Mengerti Arti Dari Jatuh

12 Oktober 2017
09.58 Pagi

Hari ini, kelas Copywriting selesai cepat, pukul sembilan sudah selesai


Mengerti arti dari kegagalan adalah sebuah anugerah yang cukup sulit untuk dimengerti setiap orangnya. Ada mereka yang bisa dengan mudah memahami apa yang diartikan dari gagal, ada juga mereka yang sulit untuk memproses dan berusaha untuk terus menutupi kegagalan sebagai sesuatu yang memalukan.

Mengapa tidak menjadikan hal tersebut sebagai pelajaran?
Sudah bukan rahasia bahwa kita, semakin tua hidup, maka akan semakin sulit pula perjalanan hidupnya. Hal ini juga dikarenakan kita tumbuh dan berkembang menjadi semakin dewasa. Selain itu, kita juga semakin dewasa. Mendapatkan semakin banyak tanggung jawab yang dipikul pada pundak diri. Adanya juga orang lain yang menggantungkan hidupnya pada pundak kita juga menjadi tolak ukur akan diri.

Semakin dewasa,

Semakin sulit,

Semakin berkembang.

Ada yang menarik dari teknik setiap orang menghadapi masalah. Ada yang menarik dari cara setiap insan manusia memahami arti jatuh dan gagal. Selain kita bisa mencontek bagaimana mereka memahami dan menyelesaikan setiap masalah, kita juga perlu memahami mengapa dunia tetap berputar ketika masalah datang.

Please, man. Hidup jalan terus, jam jalan terus. Terus lu masih mau cengeng-cengeng nggak jelas?
Buat gue yang dibesarkan dengan cara ‘lo-mati-kalo-ngga-ngelawan’ menjadikan titik tangguh adalah salah satu poin terpenting dalam perkembangan diri. Selain harus tangguh (atau sok tangguh), menerapkan disiplin diri yang tinggi agar terlihat kuat juga wajib hukumnya. Terlihat, ya. Bukan sangat kuat. Sehingga, menampilkan diri sebagai persona yang tough sudah menjadi kebiasaan sehari-hari. Yah, at least keliatan strong kan.

Jadi,

Udah belajar lebih tangguh belum?

Atau at least, udah belajar dari gagal belum?

Beberapa Pengertian

Kapitalisme Menurut Kamus Oxford, Kapitalisme adalah sebuah sistem ekonomi di mana perdagangan, industri, dan alat produksi dikendalikan oleh sektor swasta dengan tujuan membuat keuntungan dalam ekonomi pasar. Pada teorinya, pemilik modal boleh melakukan praktik pasar untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, sehingga pemerintah tidak melakukan campur tangan pada pasar demi keuntungan bersama, melainkan campur tangan pemerintah dilakukan secara sebesar-besarnya untuk keuntungan pribadi.

Contoh : Meriska berusaha membuka usaha di bidang catering untuk mencari nafkah, ia mendapatkan suntikan dana dari seorang investor. Selang tiga tahun, bisnisnya telah berkembang. Ia berencana membesarkan usahanya sehingga bisa dikenal seluruh provinsi hingga nasional.

Sosialisme menurut ensiklopedi Britannica, sosialisme adalah sebuah sistem ekonomi yang merujuk kepada alat produksi dan manajemen ekonomi yang dimiliki secara sosial. Pada teorinya, rakyat memiliki dan mengatur sistem ekonomi agar kesejahteraan Bersama dapat dicapai, dala praktek teorinya, dimiliki oleh negara.

Contoh : Desa Solokertajasa memiliki sawah yang digarap bersama oleh seluruh desa dan hasilnya dinikmati bersama.

Komunisme menurut ensiklopedi Britannica adalah sebuah ideologi yang filosofi, politik, sosial dan ekonomi yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat komunis, dimana tidak ada kepemilikan individu atas faktor produksi, dan tidak adanya kelas sosial, uang, dan negara di dalam masyarakatnya.

Contoh :  Negara Markisme menerapkan komunisme sebagai ideologi kebangsaan, sehingga semua faktor produksi dimiliki dan diatur oleh negara dan tidak ada ‘si kaya dan si miskin’.

Neoliberalisme menurut University of Oslo, neoliberalisme adalah sebuah paham ekonomi yang memfokuskan pada perdagangan bebas dan pasar bebas. Paham ini berusaha mengurangi atau menolak campur tangan pemerintah dalam ekonomi domestic sebagai usaha menghindari korupsi dan gangguan dari pemerintah.

Contoh : Alvin adalah salah satu manager perusahaan TonyQ yang tidak ingin jajaran pimpinan masuk dalam pengambilan keputusan bisnis. Alvin ingin keputusan bisnis perusahaan diambil oleh Alvin sendiri dengan anggapan dapat memajukan bisnis perusahaan ke arah positif.

Perdagangan Bebas menurut Joyce Appleby, adalah kebijakan di mana pemerintah tidak menerapkan diskriminasi dalam praktik ekspor dan impor. Pada perdagangan bebas, ada sedikit sekali bahkan tidak ada sama sekali pembatasan perdagangan yang dilangsungkan.

Contoh : Area perdagangan bebas Uni Eropa memperbolehkan setiap negara melakukan pertukaran barang dan jasa dengan sedikitnya hambatan dari pemerintah.

Pasar Bebas menurut dosenekonomi.com adalah salah satu bentuk pasar dimana segala bentuk kebijakan baik harga maupun yang lainnya tidak memiliki patokan atau paksaan dari pemerintah ataupun pihak lainnya.

Contoh : Negara Arabica Kosta tidak menerapkan kebijakan harga eceran terendah pada industri farmasi.

Multi National Company / Trans National Company menurut Businessdictionary.com adalah perusahaan atau organisasi yang bergerak dan melangsungkan bisnisnya pada lebih dari satu negara dan tidak menetapkan satu negara sebagai ibu negara perusahaan. 

Contoh : Nestle melaksanakan bisnisnya pada lebih dari satu negara pada hapmir seluruh belahan dunia.

Referensi
Kapitalisme. 2014. Dalam Kamus Bahasa Inggris Oxford. Diambil dari www.id.oxforddictionaries.com
Sosialisme. 2010. Dalam Ensiklopedi Britannica. Diambil dari www.Britannica.com
Komunisme. 2010. Dalam Ensiklopedi Britannica. Diambil dari www.Britannica.com
Appleby, Joyce. 2010. The Relentless Revolution: A History of Capitalism.  New York: W.W. Norton & Company

http://dosenekonomi.com/bisnis/pengertian-pasar-bebas (Diakses pada 9 September 2017, pukul 22.20)

ditulis untuk memenuhi tugas Matakuliah Komunikasi Global
Bukan untuk keperluan akademis, dimasukkan kedalam blog setelah pertimbangan penulis sendiri
ada salah? berikan komentar dan mari berdiskusi

www.abshararyun.com

Terjebak Hujan

10 September 2017
18.56 sore

Wah sial, kejebak hujan di Margo City.

Mall nya kakak Depok dan umat disekitarnya ini emang kadang aajib kadang juga aneh. Gw bukanlah salah satu umat mall tersebut. Karena, gue udah muntah dengan mall di jakarta. Growing up, udah sering banget malam-mingguan-jadinya-ke-mall itu dijalankan. Nggak ada esensinya menurut gw, kalau lo ke mall. Kecuali, memang ada yang mau lo beli. Seperti tas atau sepasang sepatu baru untuk bikin kece di hari senin nanti. Dulu, gue sempat ngefans berat dengan mall karena bentuknya yang bagus dan rapih, udah gitu kalau kesana pasti belanja, courtesy of ayah dan mami. Pas pulang sambil masuk mobil masukin tas belanjaan, senyum senyum, dikodein mami baru deh bilang "makasih ya ayaaah..." Dengan senang hati dan ayah juga bilang sama-sama. Time flies, doesn't it

Selama dua hari mendekam di kosan bukanlah hal yang baik. Awalnya gue berencana nggak pulang ke Jakarta karena di hari minggu ini, gue mau lari di RunForiver - acaranya anak mapala UI. Kenyataan berkata lain, kaki gue luka. Di selangkangan pula. Jam 5 sudah bangun dan pakai track suit harus gagal lari karena ya emang gak memungkinkan untuk tidur. Terus ngapain dong? Ya tidur lagi lah

Setelah nugas dan kesepian, baru lah kerasa kalau "ih najis, idup gua begini amat sih". Asal kalian tau aja, kehidupan kutek di malam minggu sangatlah tidak enak. Sepi, sunyi, apalagi teman banyak yang pulang ke jakarta. Semua ajakan nongkrong satu persatu ditolak karena udah punya rencana masing-masing. Dongkol, lebih lagi ketika lihat keluar dan semua orang kerjaannya abis pulang pacaran. Gw ngga budak cinta yang butuh banget pasangan, sih. Si yayang turun duluan dari motor dan duduk dulu ninggu di depan kosan, setelah parkir baru mereka ngobrol lagi - ada yang diluar ada juga yang dibawa masuk kedalam kosan. Biasa, tapi kok ngeliat gituan semua bikin jengkel juga ya.

Namanya juga sendirian - di kos kosan

Setelah sore hari menjelang, gue memutuskan pergi. Ga enak amat di kosan aja seharian. Berangkat lah ke tujuan yang tidak lain dan tidak bukan adalah sebuah emol alias margo city karena nggak punya tujuan lain dan memang harus belanja beberapa hal. Kang gojek pun datang dan naas malah kena ujan, awalnya gerimis lama lama jadi najis. Gedee banget, berangin dan badai sedikit. Ditambah bumbu dituruni ngga pas di depan pintu margo - alias harus jalan lebih banyak. Untungnya, firasat gue nggak salah untuk membawa payung. Sehingga gw bisa masuk ke margo dan langsung jalan secara annoyed ke dalam kamar mandi untuk langsung menyegerakan damage control. Celana dari lutut kebawah, semua basah.
Untung lagi pake baju biasa aja
Untung belom keramas
Untung make sendal
Untung bawa payung -

Setelah masuk dan belanja (yang langsung bikin happy kembali), stress pun hilang. Gw mau pulang cepat tapi hujan masih turun sedikit lebih banyak sisaan dari tadi sore. Menunggu di bawah atap gazebo, gue pasang lah headset dan soundcloud langsung resmi memutar trees and the wild. Sedikit hujan, gue pun meminjam korek dari orang sebelah dan membakar sebatang rokok. Entah kenapa, ketika lo membakar rokok di dalam gelap, ada yang seru dan indah dari hal tersebut. Campuran api dari korek, bara api dari rokok, asap yang sedikit keluar, dan nikmat tuhan (aduh, maafin gw ya Allah tapi emang ngerokok itu enak) dari emol yang menemani gw ketika terjebak hujan ini. Selagi bingung, maka tulisan ini pun lahir. Buah dari doa agar bisa cepat pulang dan kembali ke kamar kosan lagi.

Happines Is Only Real When It Is Shared

30 Agustus 2017
09.33 Pagi

Some may say, waktu makin cepat berjalan maka akhir zaman itu semakin cepat datang



Kebahagiaan.

Apa ya yang menjadi rahasia dari kebahagiaan itu sendiri? Apakah rasa kebutuhan mu terpenuhi, dinamika kehidupan menjadi satu , atau rasa puas akan sesuatu ? Dari sedikit contoh tersebut, gue belum bisa memberikan definisi kebahagiaan itu sendiri.

Beberapa orang mengira kalau kekayaan adalah jawaban dari kebahagiaan itu sendiri. True, even gue pun berpikir seperti itu. Gue merasa dengan kekayaan, hidup a la lavish seperti rakyat kerajaan dahulu, glamor dan bergelimang harta itu adalah salah satu tujuan dalam hidup gue. Simple. Gue merasa, dengan banyak uang tentunya kepusingan akan kekurangan materi bisa dihindarkan. Sudah menjadi hukum ekonomi toh? Kalau semakin banyak pendapatan, maka akan semakin sedikit pengeluaran, dan vice versa, sebaliknya pula. Nggak salah, gue akui di saat ini keuangan yang mumpuni adalah salah satu syarat hidup nikmat.

Yah, tetap saja buat gue yang juga menaruh kehidupan sosial sebagai salah satu kepentingan utama, teman dan nongkrong adalah salah satu kebutuhan terbesar gw dalam hidup. Nggak tau juga, mungkin karena pengaruh gue sebagai orang Aceh, kultur nongkrong dan ngobrol ngalor ngidul seperti sudah menjadi keharusan setiap harinya. Percaya deh sama gw, ketika lo suatu saat ke Aceh, hiburan malam hari lo adalah warung kopi, warung kopi, dan warung kopi. Kopi enak dengan rokok beserta puluhan teman barunya adalah tempat yang sudah tidak jarang berjaringan di Aceh, mungkin di setiap kota, mungkin juga di beberapa. Gue, merasa bahagia ketika gw nongkrong, hidup diantara banyak orang dan bertukar cerita baik sehari-hari hingga masalah yang tengah dihadapi.

Meskipun begitu, pertanyaan akan apa yang membuat seseorang bahagia itu tetap jadi pertanyaan bagi gue. Memang relative, tapi apakah dua poin diatas juga sama di mata orang lain?
Rasanya, kalau gw bisa menambahkan poin yang bisa ditulis adalah :


Tau gak film diatas? Filmnya bagus kok, bagus banget malah menurut gue. Bagaimana si tokoh utama tersebut (yang katanya true story, eh beneran true story deng) kaya raya, lulus dari kuliahan bagus, tapi krisis identitas dan perjalanan pencarian jati diri ke beberapa penjuru Amerika dan ketemu banyak cerita dari manusia yang dia encounter di perjalanannya. Agar nggak spoiler, coba tonton sendiri aja ya. Yang jelas, cerita tersebut menarik banget untuk diperkirakan lebih lanjut.
Tapi amanah dari film tersebut yang bisa gue ambil, adalah, kebahagiaan itu hanya ada apabila dirasakan secara Bersama-sama.

Hah? Apaan si?

Ya gimana ya, gue pun merasa seperti itu. Ketimbang makan super mewah di atas cloud (terus masuk angin gara gara kedinginan), gue akan jauh lebih bahagia kalau gue makan bungkusan warteg bahari isi nasi sama sayur 2 jenis seharga sepuluh ribu rupiah di dalam kosan tercinta – jika ditemani dengan teman-teman sambil ngetawain hal ga jelas. Ya sih makan di cloud gw bakal hepi juga, since kesana juga ga mampu beli makan, beli minum aja liatnya sebelah kiri bukan kanan (re: harga). Gue bakal hepi karena bisa jadi itu karena gua lagi budget pas pasan jiwa sosialita (BPJS) atau gue emang sukses dan menikmati hasil jerih payah gue, tapi entah kenapa the visualizing of me enjoying it alone bikin gue ngerasa ih najis.

Coba lo bayangin, makan sebungkus nasi dengan sayuran yang bergizi nan nikmat itu di dalam kosan, yang adem padahal diluar panas, yang ternyata juga temen-temen lo bikin lo ketawa bodoh ngga ke sensor, bakalan bikin lo jauh lebih bahagia. Dan itulah apa yang gue coba sampaikan di artikel kali ini. Kebahagiaan, itu hanya bisa lo rasakan ketika lo berbagi dengan manusia lainnya. Mungkin aja bisa lo happy ketika lo sendiri, tapi belum tentu itu adalah kebahagiaan yang real, benar. Alias, hanya sebuah bentuk hiburan dari diri lo untuk bilang “Ya, gue happy”.

Sometimes, indulgence could be a man’s bestfriend. Dengan adanya sesuatu yang dibilang bikin dia happy, kayak belanja, menjadi sebuah form bentuk aktualisasi diri dan selalu dilakukan tanpa pikir panjang. Selaras dengan prinsip dasar manusia, yaitu selalu ingin dimengerti, kita juga selalu ingin berakhir bahagia. Dengan tetap mengingat bahwa idup ngga Cuma happy happy aja, kita bisa, menikmati hidup juga dengan cara menyadari idup juga ada najisnya kadang kadang.


Santai aja, nikmatin, dan jalanin dengan positif, sampai lo ngerti bahwa kebahagiaan itu emang ada ketika lo bisa berbagi happiness lo dengan orang lain.

Wisuda Yang Berbahagia

Dulu ketika kami masih kecil, ayah sering bercerita apa pentingnya sekolah dan pendidikan sebagai pengangkat derajat dan martabat dalam hidup manusia. Ayah adalah saksi hidup bagaimana pendidikan bisa merubah hidup seseorang - dan dari sana lah saya bersyukur atas segala pelajaran, baik formal dan informal, yang hidup ini sajikan kepada piring santapan sehari-hari. Hingga pada hari ini, keluarga kami mendapatkan hari bahagia sebagai hasil perjuangan selama ini

Selamat, Qanitan Aryun, S.Ars karena telah berhasil melanjutkan mimpi ayah memiliki anak insinyur. Menjadi Aryun pertama yang mengikuti program pertukaran pelajar, dan berdedikasi sebagai President AIESEC UI periode 2014. It is a failure that prooves our existence over the others - kesempatan yang bisa dicicipi oleh sedikit dari sekian banyak individu

Selamat, Azkya Aryun, S.Kep Ners M.KM karena berhasil menjadi pemegang master degree pertama di keluarga ini. Membuktikan pada Indonesia bahwa perempuan bisa menjadi apa saja, dan edukasi adalah hak bagi seluruh bagian bumi

Melalui tiga spesialisasi ilmu pendidikan yang terpecah pada tiga fakultas berbeda dalam tiga rumpun ilmu pengetahuan yang berbeda, Kak Kya melalui Ekonomi Kesehatan pada Kesehatan Masyarakat, Qanit melalui Arsitektur pada Teknik, dan saya melalui Ilmu Komunikasi pada Ilmu Sosial Ilmu Politik, kami berhasil membuktikan ucapan ayah bahwa pendidikan, merupakan harta yang berharga untuk manusia. 

We are grateful, and forever will be. 


Kami bertiga, berkuliah di UI.


Penuh cinta dan kasih sayang
Dari keluarga Kopkamtib 11, #AryunFamily para Anak Joglo sejati















#WisudaUI
#UniversitasIndonesia
#UntukIndonesia
#UIUntukIndonesia