Mereka yang abu abu

11.34 Abary 0 Comments

Mereka yang abu abu

30 januari 2013
19.15 malam

Rabu malam yang biasa saja

Gue sedang on the way ke praktek dokter muka yang cukup terkemuka di daerah slipi. Sebenarnya muka gue yang sekarang ini sedang dalam masa sekarat karena banyak nya barang yang tidak dikenal...memang harus dibawa ke dokter segera sih. Tadi sore gue sampe rumah dan nyokap bilang kalau gue harus ke dokter muka di slipi ini dan kakak perempuan kedua gue lah yang bertanggung jawab mengantar gue. Gue pun sudah bersiap siap dan jam 6 lewat kakak gue baru pulang dari rumah temannya. Dia pun masuk kamar gue dan bilang kalau ke dokter muka nya besok aja. Yah,besok ada latian softball nih. Dan ngelewatin latian itu entah kenapa berasa dosa. Jadilah gue deal pergi ke dokter muka nya hari jumat sore dan gue ngerjain pr bahasa inggris di kamar.

Setibanya jam 7 tadi nyokap masuk kamar dan nanya kenapa gue belom ke dokter muka juga. Kontan gue ngejawab kalau pergi nya ya hari jumat. Wah,nyokap langsung nanya sedikit teriak ke kakak kenapa diundur jadi hari jumat pergi ke doter nya. Kaka gue bilang udah nanggung,tapi nyokap bilang muka gue udah parah.

Jadilah gue menjadi si abu abu,pihak yang berada di tengah si hitam dan si putih dan tidak mampu menyelesaikan masalah itu sendiri. Di kasus gue kakak gue adalah hitam karena dianggap salah gak mau nganter dan nyokap dianggap putih karena menganut sistim keadilan. Itu dari mata gue,coba dari mata lo sendiri,gimana?

Sebenarnya gue tidak menyalahkan kakak gue. Namun dalam hidup ini pasti akan ada hitam putih,dan mereka yang abu abu hanya bisa menonton. Kecuali abu abu amat berani sehingga mampu menunjukkan dirinya,ia bisa jadi abu abu lebih tua dan yang berani menonton lama kelamaan akan menjadi lebih muda. Mata manusia memang mampu memilah 11.000 lebih abu abu, yang tidak diketahui adalah semakin gelap abu abu ia akan menuju hitam dan semakin putih abu abu maka ia akan menuju putih.

Nah disini kelihatan sudah kalau hitam belum tentu salah dan putih belum tentu benar. Mereka yang abu abu bisa saja jadi ikut terlibat karena terlalu aktif dan ikutan jadi si hitam namun bisa juga terlalu pasif dan ngebela si putih. Tetap ada keseimbangan yang masuk di elemen ini.

Ada orang yang memilih jadi hitam,ada juga yang memilih menjadi putih. Tapi tidak sedikit yang memilih menjadi abu abu. Mereka yang abu abu tetap teguh pada pendiriannya karena sudah nyaman dan tidak
Ingin diganggu. Semisal gue yang tanding softball udah nyaman di outfield dan gak mau coba coba jadi 3rd base,sampai kapanpun juga bakal tetep di outfield karena merasa outfield adalah daerah abu abu nya,sedangkan infield adalah daerah hitam putih nya. Sekali lagi,hitam tidak berarti salah dan putih belum tentu benar. Manusia sulit untuk membedakan antara hitam,putih dan abu abu karena batas diantara nya sudah buram (blur) but after all,manusia bisa bedain 11.000 lebih warna abu abu kan.

Tapi bagi gue,abu abu itu enggak asik.

Post terkait

0 comments: