Perasaan memang tidak bisa dipaksakan

21.07 Abary 0 Comments

Perasaan,tidak bisa dipaksakan

Januari 28,2013
Senin siang yang (tidak) membosankan

Hari ini rasanya ide menulis banyak sekali,gairah untuk mencari dan menuangkan ide bagi gue adalah anugerah hari ini. Kali ini,gue akan membahas sesuatu yang tidak bisa dipaksakan. Ya,perasaan adalah hal abstrak yang semua orang tidak mengerti. Kadang manusia tidak bisa membedakan antara kekuatan perasaan dan emosi dengan kekuatan otak atau pemikiran. Karena analogi awal sebuah perasaan adalah wanita yang menggunakan perasaan dan lelaki yang menggunakan pemikiran.

Bagaimana dengan saya? Saya sudah melalui beberapa ujian dengan perasaan saya sendiri. Perasaan adalah hal yang saya anggap tidak terlalu serius. Sekarang ini saya memang sedang mengejar seorang wanita yang cantik luar biasa di mata saya. Bagi saya,dialah mentari pagi saya. Sekarang saya sudah mengedepankan rasa saya diatas pemikiran. Dan itulah hebatnya cinta,seorang pemikir yang berfikir setiap hari tanpa berhenti bisa bertekuk lutut dengan cinta,sebuah rasa yang filosofis analogikan sebagai reaksi kimia tapi bagi saya adalah bentuk perwujudan kepedulian. Itulah rasa,makanya rasa sampai dibuat film,buku,dan lain lain. Rasa sudah menanggung apa yang manusia pikir sebagai konsepsi dari pemikirannya. Orang boleh berkata kalau dia gila dan dia tidak bisa,tapi dengan rasa manusia mampu melakukan sesuatu yang dianggap tidak mungkin. Itulah rasa semangat.

Ada yang bilang kalau rasa itu tidak sempurna, that feelings can't live forever. Tentunya saya setuju dengan hal itu karena saya sudah merasakan pahit nya putus cinta (ehcieee...) tapi sekarang,ketika saya melihat ayah ibu saya yang masih perduli satu sama lain tanpa terkecuali,maka itulah love that live forever. Karena memang,abadi itu tidak ada,tapi abadi bisa dipercaya.

Karena mengutip dari wimar witoelar dari bukunya still more about nothing :

" Feelings last forever, but i have learned that feelings,cannot provide solutions "

Post terkait

0 comments: