Halo,saya sendiri

09.29 Abary 0 Comments


Halo,saya sendiri

21 april 2013
9.14 pagi

Halo,saya sedang sendirian menunggu teman di indomaret point bulungan. Rencananya hari ini kita mau lanjutan shooting film sosiologi,yang ternyata saat saya datang semua nya belum datang.

Zonk

Saya langsung kontak teman,rani namanya. Dan ternyata dia udah terlebih dahulu line saya. Dia bilang kalo shooting hari ini kemungkinan besar enggak jadi,jadi jangan jalan dulu. Saya ceming dan rada lolot juga karena pas baca itu sambil cengengesan. Yaudah deh saya tungguin mereka. Sekarang daripada gabut mending saya nulis kan. Kali ini saya mau nulis tentang cerpen bikinan kemarin. Iya sih,enggak aka kok saya kirim naskah ke penerbit agar bisa di terbitin. Tapi saya akan berusaha tulis se baik dan se seru mungkin,karena adalah job saya sebagai penulis untuk mengkomunikasikan cerita yang menggabungkan segala kalangan dalam satu paragraph cerita. Jadi rencananya,setiap post baru cerpen akan saya upload atau update tiap hari jumat malam jam 7 pas. Semoga aja sih cerpennya rame dan rame juga yang nungguin. Amin. Kalo saya lupa ingatin saya di twitter ya.

Back to the topic,sekarang ini saya merasa sedang losing identity

Seperti sekarang ini,menunggu sesuatu senirian secara tidak pasti. Saya jadi memikirkan ,bagaimana dengan rencana kehidupan saya dalam 1 bulan lagi? 1 semester lagi? 1 tahun lagi? Tentu saja saya menargetkan kenaikan nilai karena saya ingin mendapatkan undangan di SNMPTN. Saya juga ingin achieve some thing. Di kelas 2 adalah waktu yang tepat untuk mengejar prestasi. Dan saya sudah menentukan jalur jalu ryang saya ambil agar bisa mengejar prestasi itu. Dalam olahraga,saya ingin masuk tim junior dki softball. Dalam pelajaran,saya ingin berkompetisi di debat sosiologi. Dalam karya,sebulan lagi saya akan ikut lomba membuat puisi di gedung mpr.

Memang banyak jalannya,tapi entah kenapa sekarang saya vulnerable dan begitu rapuhnya sehingga saya juga merasa kalau saya tidak mampu. Saya sudah jarang latihan,saya akui itu. Saya sudah terlalu malas. Mungkin kah karena konflik internal,atau mungkin juga karena saya memang malas. Individu individu dalam ekskul saya sudah tidak menarik lagi. Persona persona sudah berubah dan rapidly changing. Saya membiasakan diri dalam kondisi ini. Dan entah kenapa sudah berapa minggu tidak latihan,saya tidak erasa bersalah. Padahal dulu sehari saja tidak latihan saya bisa merasa segitu bersalah nya. Pernah juga saya mengorbankan makan makan bareng keluarga demi latihan. Tapi itulah yang saya bilang,kalau pengorbanan adalah konsepsi konkrit dari pengabdian. Merasa karena dengan berkorban banyak adalah pengabdian. SALAH. Yang benar adalah jika anda diakui dala komunitas anda,maka andalah yang akan di hormati. Singkat nya,anda eksis = anda dihormati.

pengorbanan adalah konsepsi konkrit dari pengabdian”
Mungkin ini karena dilihat dari kacamata anak sma seperti saya. Saya terlalu naïf dan masih lugu agar tidak mengerti dunia ini secara sepenuhnya. Saya masih tidak mampu membedakan antara haq dan bathil,dalam agama saya. Saya juga masih ingin dong berkorban dalam ekskul saya,karena mau bagaimanapun itulah jalur yang saya pilih. Karena kehidupan adalah pilihan.

Dunia ini pilihan
Adalah pilihan kamu untuk berkorban dan mengabdi

Tetap saja saya merasa
Saya kehilangan identitas

Post terkait

0 comments: