Keluarga tertawa!

09.17 Abary 0 Comments

Keluarga tertawa

17 april 2013
23.36 malam

Tengah malam sebentar lagi,saya tak mampu menutup mata.

Sebagai remaja,adalah pentin bagi saya menemukan jati diri. Tentunya dengan hal positif. Saya selalu mencoba hal hal baru disekitar dan berani mengambil resiko,hal ini adalah hal utama yang saya pegang agar bisa menemukan jati diri. Seperti saya yang mencoba olahraga baru,mencoba hobi baru, ini sudah lazim bagi remaja. Tetapi entah kenapa sekarang ini saya seperti losing identity,tidak berpegang teguh pada prinsip saya. Saya seperti terambang ambang,tidak punya tujuan dan hanya mampu melihat sekeliling dengan hampa.

Hampa.

Looking back saat saya masih jauh sebelum masa adolsens saya masih berimajinasi tinggi. Saya adalah seorang anak kecil penuh hasrat dan mimpi. Saya begitu meledak,yang mana keluarga dan apalagi orang tua anggap adalah penyimpangan. Dan mereka tertawa,tertawa.

"Mimpi dibuat untuk dikejar,bukan untuk ditertawakan" - M. Budiarjo

Seketika saya patah semangat. Ini adalah jalan saya. Ya mungkin saja mereka anggap saya setengah hati dan tidak niat dalam menjalani. Nostalgia sedikit,hal yang ingin saya pelajari waktu itu termasuk baseball. Dan saya yakin kalau saya fokus dari dulu saya sudah terbang ke amerika mengejar impian saya bermain dengan oakland athletics.

Saya bilang ke orang tua saya,mereka tertawa.

Saya amat ingin belajar memanah,ingat saya karena waktu itu saya menonton teatrikal srikandi, saya jadi suka sekali dengan figur pemanah yang kuat dan fokus. Saya juga ingin seperti mereka,yang memanah target secara sempurna.

Saya bilang ke orang tua saya,mereka tertawa.

Saya ingin belajar musik. Hal ini adalah banyak. Saya ingin les vokal,hanya diberi harapan palsu. Saya ingin belajar piano,mereka bilang saya sudah pernah les dan tidak niat. Saya tau mereka bohong. Saya tidak pernah les piano
Dan saya ingin belajar piano karena mereka yan bermain seperti komposer sangatlah inspiratif,memukau,fantastis dan genius.
Saya juga ingin belajar biola. Ingat saya,saya pernah menangisi sesuatu dan mendengar permainan biola,kalau tidak salah lullaby nya tschonovsky. Begitu indah,saya terbuai dan hilan sedih. Saya ingin belajar biola.

Saya bilang ke orang tua saya,mereka tertawa.

Saya ingin belajar
Saya ingin belajar
Saya ingin belajar
Saya ingin belajar

Saya ingin belajar begitu banyak hal. Call me a weirdo,saya ingin terus belajar. Saya ingin kreatif,multi talent dan bisa diandalkan. Belajar adalah satu cara menuju hal itu. Bagi kalian pembaca,jangan seperti saya. Usia memang baru seumur jagung,tapi jikalau saya baru memulai belajar,saya tidak terlalu ahli. Pembaca,coba lah jadikan pembelajaran dari mana saja. Jangan menyesal untuk belajar. Karena keahlian ada dimana saja. Dan bagi orang tua di luar sana,jangan kau gunting mimpi kami,anak punya sayap,jangan kau perkosa imajinasi kami. Suara kami. Lukisan kami.

Looking back
Keluarga saya terus tertawa
Diatas sesal saya

Looking back
Saya mencoba mencari cari

.......

Jika benar saya belajar biola,right now you'd probabbly know me for that great teen-composer.

Post terkait

0 comments: