Vulnerable

20.46 Abary 0 Comments

26 april 2013
8.41 pm

ketika fajar menjelang
rapuhlah sang manusia

......................................................

konflik tadi terasa begitu cepat. saya sebagai anggota komunitas hanya bisa terpaku terdiam,menatap banyak nya emosi yang tertahan di amarah mulut. teriakan,emosi,gebrakan,emosi

api itu telah terbakar besar

awalnya hanya percikan kecil lalu berkembang menjadi bara api,menjadi percikan api,lalu api kecil dan membakar habis. habis.

habis

banyak hancur,dimana mana,hancur. emosi berkecamuk dan realita tidak dielakkan

ini bukan anomali
ini hanyalah realita

.........................................................

halo blogger,karena enggak tau bilang ke siapa saya jadi nulis ga jelas. itu adalah coretan gak jelas hahha. kita sebagai manusia pasti punya titik kerapuhan,vulnerability,dan point itu berubah ubah dan tidak statis. hanya orang orang yang sabar maksimal yang emiliki batas tertinggi

tetap saja orang itu tidak ada
















sudah ya,sedih sekali karena tokoh agama favorit sudah berpulang ke rahmatullah,Ust. Jeffry al Bukhori,semoga beliau diterima di sisinya....

oiya,udah latian baca puisi dari kemarin. ga ngerti lagi harus gimana ekspresi nya,saya udah ulang berjuta kali tapi tetep ngerasa kurang. yah semoga menang deh. doain ya,minimal masuk 10 besar deh

Post terkait

0 comments: