Menerima kenyataan

10.25 Abary 0 Comments

Menerima kenyataan

11.43 siang

Bada zuhur ini saya ada di klinik nusantara menemani ibu yang berobat dan mendapat ide untuk menulis tentang sesuatu yaitu kemampuan seseorang untuk menerima kenyataan

Pada dasarnya,manusia memang dilengkapi rasa yang lebih untuk menerima kenyataan. Entah itu bisa di hati,di jiwa,di pemikiran, dimana saja. Manusia mampue menerima kenyataan dengan batasan yang berbeda beda. Jika mencapai batasna,manusia akan meledak dan menumpahkan ketidak terimaanya pada realita,alias gila. Ya jadi kalau kamu tidak bisa menerima kenyataan ya sudah gila. 

Contoh kasusnya yang paling mudah ,kamu baru putus dengan si pacar kesayangan. Kamu masih sayang sekali dengan dia dan sulit menerima kalau dia sudah melanjutkan hidup. 3 hari pertama kamu cuma nangis di kamar dan ngeliat jendela sambil muter playlist nya marcell yang galau. Nah karena tindak yang tidak konform ini lah kamu dianggap gila,gimana kalau kamu tidak bisa menerima putus kalau kamu bangkrut tiba tiba yang ada gila beneran

Maka dari itu,manusia dituntut aar bisa menerima kenyataan. Semaki berat tuntutan sosial di sekelilingnya maka tentunya semakin besar juga kemungkinan dia bisa menerima atau dia semakin tidak kuat. Jika pelaku memiliki insting hidup yang kuat niscaya dia akan tegar di hidup ini. Ya insting hidup ini bisa banyak sih,tapi yang paling populer itu uang

Hidup dibawa santai saja. Jangan kesulitan menerima kenyataan.

Post terkait

0 comments: