Menolak muda

18.39 Abary 0 Comments

Menolak muda

11 agustus 2013
14.49 siang

Halo pembaca. Maaf baru menulis lagi. Saya belum kembali dari kampung halaman nih

Saya akhir akhir ini jadi sering terpikir hal yang tidak biasa. Sebuah penyesalan yang entah kenapa sebenanrnya terlalu cepat bagi saya

Saya menyesal saya telah menjadi anak remaja

Kenapa?

Apa susahnya jadi remaja?

Grown ups itu kan hal biasa? Pasti di laluin dengan cepat?

Salah. 

Menjadi anak smp atau dibawahnya adalah hal yan nikmat. Mereka mampu tersenyum sambil melihat bagian kota yang baru di angkutan kota bersama teman,ketawa ketawa bareng teman sambil main bareng di rumah teman,bisa bawa motor ke rumah teman atau kafe yang entah kenapa bikin bangaaa sekali,cinta itu ga serumit dan seribet sekarang,tidak seberat beban seperti sekarang

Dan,

Meskipun hidup tidak segampang gampang sekarang

Saya bisa pulang jam 9 malam,nganggap itu malam sekali dan ketawa seneng saat dimarahin ibu

I wanted to be them bad boys,dan entah kenapa saya mau. Meskipun hanya icip icip sedikit

Memang,sekarang saya baru kelas 2 sma,dan entah kenapa saat saya pulang kampung ini malah semakin terpikir kenapa saya terus bertambah tua tanpa ada kesempatan untuk kembali lagi. Hal hal di masa lalu tidak mudah diraih dan momen sudah tersimpan di memori. Apa sebenarnya penyesalan saya? Karena tidak bandel pas dulu? Bukan kok. Saya menyesal kenapa saya sudah melewati masa terbaik di hidup saya. Zaman smp. Itulah yang saya fikirkan dan terlintas terus di pikiran saya. Saya juga tidak mau ribet dengan orang lain yang menganggap sma lah masa paling nikmat di hidup,paling indah

Kenapa tidak sekarang saja? Kamu kan masih sma,masih muda?

Saya mau ambil sebuah line yang berfilosofi besar

"tua itu pasti,dewasa itu pilihan" 
Dan
"i can see that age does not cope with the maturity"

Keduanya berisi sama. Bahwa dewasa itu,menjadi dewasa itu,physically or mentally mature,butuh pilihan,bukan waktu. Karena usia pasti selalu bertambah dan kita lah yang menentukan harus muda atau harus tua. 

Di hidup ini,ada banyak pilihan yang bisa diambil. Salah satunya itu kedewasaan. Kenapa saya tidak memilih untuk menjadi muda saja?

Karena untuk satu alasan

Saya mulai berubah menyerupai kakak pertama saya

Sosok yang saya sangat tidak sukai,saya benci,karena tidak dewasanya dia,dengan segala minus minusnya,saya malah berubah menjadi dia. Seluruhnya,sifatnya,karakternya,bahkan rambut saya mulai panjang karena dia gondrong. Apa penyebab hal ini? Saya pun tidak terlalu mengerti. Yang jelas saya tidak ingin menjadi dia. Menjadi si para penolak tua

Dan hanya seperti ran yang terus berusaha membuat karya bagi kaum muda padahal dia sudah terus bertambah usia :

Generasi bisa berubah. Tapi usia tidak akan berkurang

Post terkait

0 comments: