#konformitas

20.37 Abary 0 Comments

11 september 2013
20.28 malam

i should be learning by now..

besok ujian akuntansi -ekonomi dan pendidikan kewarga negaraan. bagi pembaca yang tidak tahu,pelajaran kedua adalah musuh yang lumayan besar bagi saya. pelajaran itu mengandung intrik,doktrin,ke tidak pentingan dan sarat materi yang berguna hanya agar memenuhi kriteria pendidikan sebuah warga pelajar indonesia. sedih. saya pun belajar seadanya karena tau nanti saat saya mengerjakan soal itu yang keluar hanyalah bacaan menyedihkan,yang meskipun saya mencintai negara saya,i wasn't buiilt for this shit ya....


nulis apa ya,minggu ini adalah minggu ujian. saya duduk di depan pojok kiri hiks. sebelah saya tamam,anak kelas satu yang lumayan asik dan bisa diajak ngobrol. belakang saya toto dan viola. viola ini agak rewel dan suka curhat di kartu ujian wkkw,dia kelas satu juga. saya lumayan senang di ujian kali ini,materinya belum se ribet nanti. tentang besok di ujian ekonomi,ya bismillah aja...........

sadly yes,saya nyontek. jujur aja yang murni saya kerjain itu cuma agama ya karena takut,sisanya ada deh saya nengok kanan kiri lah,liat hp lah,search,nanya kelas satu,ya banyak trik deh. malu? dikit sih,tapi semua orang juga ngelakuin itu. itulah titik konformitas anak kota yang bisa dijadikan tolak ukur,bahwa dalah kerimbaan hidup kota ini masih bisa terjadi sebuah penyimpangan yang sudah digeser menjadi konform. karena sistem merubah kita. karena sistem merusak kita

coba kalau difikir,saya nyontek buat apa?

gini,untuk masuk ptn ada dua jalur yang umum,undangan yaitu tanpa tes dengan nilai dan tes bersama yaitu sbmptn. tentu semua orang mau undangan kan yang murah dan prestise. tapi hal ini juga mengancam keselamatan jiwa karena mereka meminta standar tinggi,nilai yang berkecukupan ATAU nilai yang ber progress. dengan ini pula say aharus berjuang keras,no matter what,saya harus bisa sukses di ujian. dan bahkan memikirkan berapa salah yang harus saya perbuat,agar nilai saya sempurna dengan pernhitungan saya nantinya,kelas satu 7,kelas 2 8,kelas 3 ya 9. itu lah rusaknya sistem pendidikan indonesia,dimana hasil belajar sekian bulan di titik beratkan pada 2 jam ujian. hasilnya? ya nyontek lah. mau gimana,yang penting kan nilai bagus. yang penting hasil bagus. yang penting undangan

yang penting undangan

undangan


...

mungkin kita sebagai pelajar sudah terlalu individualis sehingga tidak ada artinya mengidahkan kaidah hidup yang ber nilai #konformitas lagi

Post terkait

0 comments: