Langka

19.35 Abary 0 Comments

8 november 2013
11.16 siang

Di mobil sebelah saya saat menuju sebuah pesta perkawinan, kemacetan di daerah pos pengumben,saya melihat sesuatu yang mengembangkan hati :

Sang ayah sedang mengajari anak menyetir mobil,gadis kecil itu tampak senang sekali dan tersenyum bahagia saat memutar mutar roda kemudi. Ayah nya juga tersenyum bahagia dan di satu mobil itu semua orang tertawa melihat tingkah mereka berdua

Saya pun tersenyum sumringah

Jika diingat,kapan terakhir kali saya bersama ayah bersama melakukan hal yang membahagiakan? Sudah setahun terakhir hubungan saya dengan bapak semakin merenggang dan tidak harmonis. Bapak semakin tua dan keras kepala ,sama seperti orang tua lainnya dan saya juga semakin rebellion,karena tidak ingin terus dilihat sebagai si anak bungsu. Saya  semakin sering melawan karena ya,banyak alasan. Selama 2 tahun ditinggal ayah kerja keluar saya hanya bisa diam dan semakin hari semakin merasa jauh. Jika dipikir pilir sekarang,rasa sayang saya kepada ayah sudah tipis,dan rasa respect saya sudah hampir hilang. 

Mungkin inilah bentuk kurang ajar anak jaman sekarang. Mungkin ini efek hidup di kota besar,nilai semakin bergeser dan tidak ada lagi originalitas yang berkontinuitas. Hidup sudah terlalu teratur dan sebagai harga nya harus membayar rasa menghargai satu sama lain. Tidak kembali,tidak tercari. 

Mungkin saya akan mencoba mencari sang ayah

Sang bapak yang sudah lama dilihat hilang

Dan mungkin juga sudah hilang selamanya

Meski ada di depan mata

Post terkait

0 comments: