Cinta untuk mama

10.30 Abary 0 Comments

11 desember 2015
10.12 pagi

Lagi di kereta nih gabut...

Nulis aja deh 

---

Nggak, ini bukan post cinta menyw menye gitu. Ini adalah post tentang kegundah gulanaan hati seorang abshar. Kenapa? Karena gue sedang menjalani masa masa hidup nge kos, gue pun mulai jauh dari orang tua. Ternyata, jauh dari orang tua nggak enak. Banyak keluh kesah yang dimiliki ga bisa di sampaikan. Meskipun hidup satu kos dengan abang sendiri, gue masih merasa sepi karena nggak bertemu mami setiap hari. Manja yah... Hahaha. Tapi i guess it is. Gue memang manja, dan gak gengsi untuk bilang gue sayang sama mami.

Kalau ditelisik lebih lanjut, sebenarnya gue adalah anak yang kurang ajar namun sering kali dimaafkan oleh orang tua. Gue gak deket sama ayah, gak dekat. Tapi sama mami gue bisa duduk dan cerita segalanya, dan itulah fungsi keluarga. Kalau lo dalam masa sulit, dapat berbagi kesulitan dengan mereka. Mostly attitude gue kurang ajar karena gue merasa marah dengan tahun tahun sebelumnya. Gue merasa diacuhkan dan ya.. Remaja. Apalagi kalau bukan ngerasa tau segalanya. Dapat memiliki dunia dengan teman teman. Good time, tapi menjadi sebuah penyesalan kenapa dulu berbuat seperti itu.

Gue mulai merasakan hal ini sejak nge kos karena ya, jauh dari orang tua. Tapi salah satu hal terbaik dalam hidup datang ke keluarga kami. The most beautiful thing, seorang keponakan dari abang pertama bernama umar zahir azizi. Punya umar di rumah sedikit banyak merubah cara gue melihat dunia. Gue belum pernah merasakan rasa cinta sebegitu kuatnya terhadap zahir. Terhadap zahir, gue sangat ingin menjaga dia dari segala kepahitan di dunia. Janganlah dia memiliki masa kecil yang tidak bahagia, harus saya lindungi dan jaga. Dan mungkin, inilah yang membawa perubahan positif dalam diri. Seperti memiliki anak sendiri, saya mulai memikirkan apa apa saja hal buruk yang saya telah perbuat. Seorang anak yang dapat berbuat hal tersebut ..

Menyesal?

Sangat..

Menyesal karena tidak dapat menarik waktu untuk memperbaiki hal hal tersebut. Menyesal karena nggak punya waktu sebanyak dulu untuk bersama dengan mami. Menyesal sedikit banyak

Tetapi kini, i have zahir. Gue harus berjuang demi zahir. Segala kesulitan, problema, dilewati demi zahir. Maaf ya mi, belum bisa jadi anak yang baik. Terlalu naif untuk berpikir gaul itu ngelawan orang tua, dan sekarang, abshar akan coba perbaikin apa yang sudah abshar rusak, semoga waktu pun dapat memperbaiki hal hal tersebut



Apa yang kuberikan untuk mama?
Untuk mama, tersayang ?

Tak kumiliki sesuatu berharga
Untuk mama, tercinta

Hanya ini, kunyanyikan
Senandung dari hatiku untuk mama
Hanya sebuah lagu sederhana

Lagu cintaku untuk ... Mama


-------

Mengetik ini di kereta, sambil menangis sembunyi sembunyi

I love you mami
I love you zahir

Post terkait

0 comments: