Sebuah bukti pembelajaran

08.45 Abary 2 Comments

19 Februari 2016
08.40


Melihat foto tersebut, ada sebuah kesedihan yang mendalam

.....

Keduanya saya kenal. Di sebelah kanan, ada Mas Farid, pelatih saya sejak menjejaki dunia softball. Di sebelah kirinya, Bayu, teman memulai softball sejak kelas 1 sma diawal sekali. Saya harus mengaku sedih. Karena tidak mampu memiliki grafik sebaik bayu, terus meningkatkan kemampuan hingga ia menjadi sang star athlete. Sedangkan saya, banyak kali menjadi bayang bayang dan disalip oleh banyak orang. 


Sedih ?

Jelas. Sebagai seorang manusia dengan perasaan, saya tentu merasa sedih. Kecewa dengan hasil bahwa saya tidak dapat bermain di kejurnas junior. Kecewa karena tidak mampu membuktikan kemampuan saya yang terbaik dalam softball. Tidak mampu dan tidak bisa. Selalu itu yang saya rasa.

Namun, itu kemarin

Selalu berusaha untuk menarik pembelajaran dari segala hal. Apakah adil jika saya selalu mendapatkan hal hal yang saya inginkan? Tentu tidak. Saya sudah dapat berkuliah di UI. Bukan hal sepele dan sangat beruntung bagi saya dapat mengenyam pendidikan di sini. Juga, dari kegagalan kejurnas tersebut, saya belajar untuk berlatih dan terus berlatih. Dari kegagalan, saya belajar lebih banyak lagi. Maka, saya putuskan saya tidak akan tenggelam dalam putus asa

"Sometimes i feel like i can turn the world upside down

Sometimes i feel like i can never be wrong ? "

np : elephant kind - oh well






Post terkait

2 komentar:

  1. menginspirasi?

    jelas.
    sungguh artikel yang sangat membantu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Jofir!

      Jangan lupa baca artikel lainnya ya :)

      Hapus