#GettingBetter : MILO Jakarta International 10K 2016

15.57 Abary 0 Comments

25 Juli 2016
15.16 sore

Dear readers of abshararyun.com …. Kemarin gue baru aja berlari sejauh 10 Kilometer! Achievement, unlocked!



Sebenarnya, gue memang suka lari. Gue merupakan maniak olahraga sejak SMA. Gue nggak bisa diam, tapi baru suka olahraga pas SMA. Gue berolahraga biasanya softball karena itu merupakan olahraga tim pertama yang gue ikuti dan tetap gue geluti hingga saat ini. Didalam softball, ada beberapa program fisik yang tidak terbatas hanya pada lari. Lari jadi bagian, tapi nggak terlalu banyak. Namun tetap, lari merupakan dasar yang penting dimiliki dalam kemampuan bermain softball.

Kali ini di rubrik baru blog gue, #Getttingbetter adalah rubrik yang gue khususkan kepada dunia kesehatan dan berolahraga. Sebagai seorang anak muda, gue sangat ingin menunjukkan kepada remaja dan anak muda lain bahwa olahraga nggak hanya punya benefit untuk menyegarkan tubuh. Tetapi, berolahraga juga menumbuhkan rasa percaya diri dan rasa kompetitif. Bagi gue, olahraga adalah poin penting dalam titik balik kehidupan gue.

Nah, lari merupakan salah satu olahraga yang gue geluti. Sejak sma, gue beberapa kali coba lari. Mulai pas kelas dua sma pas gue gila gilanya softball gue coba program lari yang gue coba coba dari internet. Dalam lari, tentu aja lo harus mulai dari bawah. Perlahan tapi pasti gue mulai menambah jumlah track, jumlah jarak maupun kecepatan lari. Enak loh!

Mulai masuk kuliah, gue baru tau kalau di UI ada komunitas lari yang namanya UI Runnners. Penasaran, gue pun ikutan. Wah, anaknya baik baik loh. Komunitas lari ini ternyata beberapa diantaranya udah banyak yang senior dan berkarir di tempat yang bagus, jadi gue bisa perluas jaringan gue sembari nanya nanya gimana pengalaman lari mereka saat ini. Ada yang lari 30km secara rutin, full length marathon, lari naik turun gunung, dan beberapa pengalaman ‘gila’ yang gue aja heran kenapa manusia bisa jalanin.

Ikut komunitas lari ternyata mulai membentuk gue lebih disiplin dalam kegiatan berlari. Gue juga mulai mendorong diri gue menuju batasan gue. Di salah satu sesi afterclass, lari sore di UI, gue pernah lari secara pelan pelan selama sejam sejauh 7 kilometer. Wah, kaget tuh gue saat gue ngeliat nike running di handphone. Ternyata gue bisa, ya?

Atas dasar itulah gue pengen banget coba coba ikut event running. Gue udah pernah daftar run for education beberapa waktu lalu di Bintaro, dan dengan sotoy aja gue daftar 10K. Tetapi karena satu dan lain hal, gue nggak bisa dateng ke tempat acara. Makanya, pas ada berita MILO akan adain 10K, gue tanpa ragu ragu daftar. Bodo amat 10K atau gimana, gue harus dorong diri gue, kalau nggak, gue gak akan mencapai target gue.

Hari H pun tiba, hari Minggu, 24 Juli 2016. Racenya dimulai di kawasan Epicentrum kuningan. Gue salah perhitungan ternyata, karena gue sampai lokasi 5.45, gue hanya punya waktu 15 menit untuk pemanasan. Gue pun hanya melakukan pemanasan badan tanpa berlari kecil terlebih dahulu. Lagipula, acaranya rame banget. Dari MC yang bilang 15 ribu pelari ada di tempat, gue jadi nggak heran kenapa acaranya se hectic ini. Gue aja nggak bisa ketemu temen temen UI Runners. Yaudah deh, nanti juga ketemu di finish line kan.



Dan…mulai lari ! awalnya sih masih agak jalan sih.. tapi pas udah melewati starting line, gue mulai bisa berlari secara normal. Awal awal, gue nggak ingin terlalu memaksakan diri. It is a good thing that I came here, and I don’t want to set any expectations. Ternyata race ini di organisasikan dengan baik. Ada blokir jalan yang cukup disiplin, ada tenaga medis yang cukup sigap dan water point di beberapa titik jalan dan cukup cepat untuk mendapatkan air.

Pada 5 kilometer pertama, lari gue masih cukup stabil. Pace gue masih berada di 5-6. Paling, hanya penurunan sedikit dari 6.30 menjadi 6.50 di kilometer berikutnya. Mulai di kilometer 6 gue mulai melambat, titik putar Rasuna Said udah dilewatin, tapi tiba tiba earphone gue mati sebelah. Aduh ngeselin, gue jadi nggak punya mainan agar gue tetap semangat berlari. Yaudah, gue tetap pakai trik lama agar kuat berlari: menyanyikan lagu secara lantang di earphone gue dan bermimpi gue lagi manggung. Hahahaha, anak band banget ya.. but it helps me to stay focus.

Ternyata, di tracknya ada tanjakan bos. Gue sempet kagok juga, tanjakan di ujung jalan Rasuna Said itu, loh. Gue pun sempat menanjak pelan kemudian terus berlari. Di kilometer akhir akhir, gue terus mengulang kalimat penyemangat yaitu “Finish Strong”. Karena gue nggak mau mengakhiri 10K pertama gue dengan lemah dan gue ingin momen ini gue ingat dengan baik.

Akhirnya, gue berhasil finish! Gue sangat bangga dengan diri gue. 1 jam 22 menit adalah catatan waktu 10K pertama gue. Gue pun menargetkan tahun depan nanti, gue harus bisa mencapai waktu satu jam dalam 10K lagi. Ternyata gue bisa, tanpa berhenti duduk atau mengalah dengan sakit, gue bisa terus mendorong batas gue dan mendapatkan hasil yang gue inginkan. My first race, but definitely not my last.


Terima kasih kepada UI Runnner, yang memberikan gue kesempatan untuk berlari, dan tentunya bukan hanya 10K milestone yang gue akan capai nantinya.

Berlari membantu gue berpikir secara jernih. Hanya ada gue, sepatu dan track serta musik yang gue dengar. Satu cara gue mendorong badan gue yang mulai sakit atau pegal adalah terus mendorong diri gue ke batas terjauh gue. Setiap rasa sakit di badan gue, sprain, ankle bukanlah lawan gue, melainkan alat yang membantu gue untuk tumbuh.


Because today, tomorrow and everyday, I am #GettingBetter






Post terkait

0 comments: