Siap ?

15.08 Abary 0 Comments

19 Juli 2016
14.53 siang



Yep, itulah gue disaat wisuda sma gue. Waktunya ya terhitung masih cukup baru sih, setaun lalu. I don’t know kenapa gue terlihat sangat tidak representative. Hahaha, maksud gue, look at me! Dengan suit and tie yang tidak harmonis dan gaya yang tidak mumpuni.

Tetapi, gue memilih bodo amat dan tetap menikmati hari itu dengan bahagia. Bisa ketemu teman-teman, foto-foto, saling bertanya mereka melanjutkan studi dimana, dan menikmati momen wisuda yang cukup seremonial dan syahdu. Meskipun bangga, gue waktu itu buta. Buta dengan apa yang akan ada di depan gue.

Ternyata, setelah saat itu gue mengalami dunia perkuliahan. Yah, gue milih berkuliah sih. Ada yang milih belajar lagi, ada yang milih langsung kerja, ada juga yang siap nikah. Karena gue belum siap ijab kabul, jadilah gue cukup berkuliah saja.

Tes kesiapan gue datang ketika tes kuliahan. Di jalur rapot gue ditolak sana sini, Alhamdulillah saat jalur tes, gue berhasil diterima di universitas negeri. Siap nggak siap ternyata tahun itu gue memang harus pindah jenjang.

Kemudian, gue bisa melihat kenapa orang lain selalu bilang bersiap siaplah dengan dunia perkuliahan. Awalnya, di semester satu gue masih nggak melihat kenapa orang begitu bawel tentang dunia perkuliahan. Fine fine  aja kok dari sepenglihatan gue, sehingga gue juga merasa oke oke saja bahkan cukup bahagia.

Salah satu kesalahan dalam beropini gue adalah hal tersebut. Ketika semester dua dimulai, gue harus beneran tinggal sendirian di indekos karena abang gue sudah lulus. Ternyata, beberapa hal di semester satu tampak mudah karena gue masih punya keluarga di perantauan. Yah, meskipun perantauan gue juga nggak ada jauh jauhnya sama rumah, 2 jam perjalanan aja dari Depok – Jakarta. 
Tapi tetap saja, judulnya nge kos, gue juga berusaha memahami dunia baru ini.

Belum lagi semester dua datang dengan realita yang menampar. Ternyata benar apa kata orang. Kuliah nggak semudah itu. Gue gagal focus, sempat terjebak sama main main dan mulai kehilangan waktu untuk belajar. Dari sepenglihatan gue pun, temen temen gue mulai berubah. Bahkan beberapa mulai drastis. Bukan hanya dari segi penampilan, tetapi dari berbagai macam aspek. Kaget. Gue beneran kaget. Dan hal tersebut datang dari gue yang masih berasal dari Jakarta, anak kota besar yang udah beberapa kali lihat hal aneh. Tapi ternyata, perkuliahan menyimpan lebih banyak hal aneh untuk diceritakan.

Ternyata, hal tersebutlah tes dari kesiapan gue dalam kehidupan. Siap disini, berarti mendewasakan diri. Gue pun mulai membuka mata dari tidur gue, karena ternyata hidup nggak seindah buku cerita dan banyak sensor yang dilayangkan orang terhadap cerita cerita dalam kehidupan. Funny huh? Ternyata kita yang merasa siap berhadapan dengan dunia yang kita rasa kenal, ternyata nggak siap sama sekali bahkan termasuk nggak bisa apa apa ketika dihadapkan dengan realita yang sangat kontras dengan gambaran ideal kita. Menakutkan.
.
.
.

Sesekali, gue suka melihat kebawah dan menikmati betapa beruntungnya gue. Ternyata, akhir akhir ini gue jarang melakukan hal ini. Mungkin ini kenapa beberapa waktu ini I have been acting like a jerk. Cukup baik caution yang diberikan kali ini, dan kedepannya gue berdoa tuhan tetap memberikan gue peringatan kalau gue udah terlalu banyak melihat ke atas, dan lupa dengan keadaan sebenarnya

Post terkait

0 comments: