#GladToHear : Launching Album dan Showcase Andira – What I Love

11.38 Abary 0 Comments

4 Agustus 2016
09.49 pagi

Assalamualaikum Wr. Wb. Yah semua, kemarin malam (3/8) gue berkesempatan datang ke event launching album seorang solois wanita Indonesia. Namanya Andira Utami



Kalau dibilang pendatang baru, sebenarnya Andira ini udah 4 tahun bermusik. Gue pun udah ngikutin Andira dari awal dia berkarir. 2013 gue inget, pas gue masih SMA ada lagu judulnya “Enyah”. Catchy, ceria, dan lagunya anak SMA banget. Pas gue ke event majalah Hai entah itu Hai Day atau apa gitu, juga ada Andira manggung. Sejak saat itu gue pun meramalkan Andira akan masuk ke jajaran solois yang naik daun.

Ternyata nggak bentar juga perjuangannya Andira. 4 tahun loh teman teman, rilis single nya berlanjut ke “Hanya Kamu” dan “Sampai Janji Terucap”. Untuk lagu terakhir, gue cukup terkesan. Ada pesan yang mendalam yang disampaikan kepada publk. Lagu tentang menjaga keperawanan. Yep, di jaman penyanyi lain berlomba-lomba menyanyikan lagu tentang gede gedean bumper atau desah desah manja, Andira men tackle  satu isu yang cukup sensitif.

Akhirnya, dengan single “Menghilang” yang berhasil lagi masuk ke tangga lagu radio tanah air akhirnya juga Andira rilis album. Gue pun mencari tahu apakah launching ini bisa didatangi atau tidak. Ternyata bisa kok, caranya upload foto ke Instagram dengan caption berhashtag #WhatILove dan di tag ke Andira-nya ( @Andira_83 ). Rezekinya, gue berhasil masuk ke salah satu pemenang.

Ketika datang ke tempat acara, launching album ini diadakan di Plaza Senayan Arcadia, tepatnya Prohibiton Asia. Sebelumnya di 15.30 ada press release dulu, dan open gate untuk showcase jam 18.00. Gue yang saat ini menjalani magang di media sebenarnya udah bertanya dan bisa datang ke press conference nya juga, tapi karena keburu males (dan kelewat tidur siang akibat malam sebelumnya kehujanan Sarinah – Joglo) gue pun memutuskan datang saat showcasenya aja. Ketika dateng, gue harus mengkonfirmasi tiket secara digital. Gue pun mendapatkan sebuah pouch yang berisikan notebook dan CD Album What I Love.

Pouch What I Love
CD dan Notes What I Love


Insight dan CD What I Love
Ketika masuk ke ruangan showcase, first impression gue hanya niat banget nyet. Sebenarnya gue udah cukup tercengang ketika dapat invitation nya di Prohibiton Asia, tapi lebih suka pas masuk ke ruangan performnya. Atau gue yang norak ya karena memang launching album sudah seharusnya seperti ini? Ruangannya nggak terlalu besar tapi nggak kecil juga. Ada panggung dengan bohlam kuning keemasan di tata setengah lingkaran dengan chandelier bergantung diatas langit langit. Suasana sebelum show masih remang remang gelap, diputar juga beberapa video seri What I Love yang dipublikasikan untuk memasarkan album ini.

Karena gue nggak punya teman, udah pasti yang gue lakukan adalah kenalan sama orang (paling nggak bisa gue sendirian di event gini). Gue pun berkenalan dengan Andri dan Adam yang ternyata juga anak magang di Rolling Stone Indonesia. Sebagai sesama anak magang di media, kita pun langsung nyambung dan ngobrol seru. Lucunya, ternyata Adam anak FISIP UI juga. Sempit banget ya dunia? Karena gue juga suka musik, ngobrol nya pun seru. Bersyukur deh masih ketemu teman yang bisa ngobrol asik sepanjang acara.

Akhirnya acara dimulai! Lagu pertama dimuat, Andira muncul dari belakang dengan spotlight tertuju,berjalan lurus menuju panggung. Menggunakan baju dress putih beraksen biru tua diatas lutut yang sleeveless, dipadu dengan luaran putih dengan segaris kain biru di bagian belakang, yang menjuntai hingga kebawah kaki menyerupai long dress. Lagu pertama, “Misteri Tentang Rasa” diputar. Dengan permainan sax dan flute melengkapi instrumental lagu.

video


Setelah dua lagu dimainkan, Andira pun menyapa penonton. Dari observasi gue, gig ini cukup intim. Di sebelah kiri, fanbase yang dinamakan “Dear Andira” duduk bergerombol. Sedang di sisi kanan, teman teman kuliah Andira atau teman sekolahnya juga duduk bergerombol. Ada beberapa familiar faces yang mungkin sebelumnya gue kenal atau gue tau tapi karena gue nggak yakin jadi nggak gue sapa deh.

Di penampilan “Raja Di Hatiku”, Andira menunjukkan kontrol suara yang baik. Terlihat sih, bagaimana dia rajin latihan dan mengumpulkan jam terbang manggung. Sehingga Andira juga terbiasa di panggung dan nggak malas untuk menyapa penonton. “Aku suka nulis lagu sendiri, galau produktif jatuh cinta pun produktif” ujarnya saat diajak mengobrol dengan MC.

Stage cukup sederhana, setnya full band. Drum, pianis, sax and flute, ada backing vocal dengan gitar dan bassist. Gitarisnya enak loh, sepertinya gue pernah lihat ( di Soulvibe kalau gak salah..). Lightingnya oke, menunjang penampilan. Kadang bohlam diatur nyala dan redup tiap pergantian lagu. Pada penampilan terakhir di "Mimpimu Akan Nyata", ada dua dancer (yang entah kenapa, entah kenapa, yang kanan mirip Awkarin) menemani Andira yang juga jejogetan. Happy jadinya.

Ternyata Andira ketika gue temui langsung memiliki sifat yang lucu dan ceria. Kelihatan dari pembawaannya membalas pertanyaan MC atau cara dia bernyanyi. Ketika mengakhiri koreo “Menghilang”, misalnya. Dengan gimmick berputar dan mengangkat luarannya mengisyaratkan ‘jurus menghilang’. Tapi sontak dibalas dengan tawa gadis 21 tahun ini. “Nggak kok gue nggak bisa ngilang !” tertawa tawa.

Saat pulang, gue yang orangnya haus ilmu ini mengajak obrol Abenk Alter (yang nama aslinya Rizqi Ranadireksa) tentang musiknya. Obrol seru beberapa menit, gue malah lupa tukar kontak dengan Abenk. Cukup berharap di masa depan nanti bisa bekerja sama dengan orang hebat seperti Abenk. Ketika foto bersama Andira, gue pun bertanya kenapa single sebelumnya seperti Enyah dan Hanya Kamu nggak masuk di track list album ini. Andira pun menjawab dengan keinginannya mengemas musiknya menjadi hal yang baru dan berharap bisa dinikmati publik secara lebih baik lagi. Hmm… sedikit kecewa sih karena beberapa lagu single Andira sebelumnya gue suka. Tapi mungkin dengan album ini akan banyak karya yang jauh lebih baik lagi. 

Stage


Andira - What I Love


Ketika sampai dirumah, gue pun mengimport seluruh lagu dan mendengarkan Album tersebut secara penuh. What I Love adalah album dengan 10 lagu di dalamnya. Genre yang diambil andira adalah vintage pop, tetapi dia nggak ingin terikat dengan satu genre ini, hanya di album ini memang sedang mengarah ke genre itu. Bekerja sama dengan Budapest Symphony Orchestra, 7 lagu di album ini ditemani dengan orchestra yang cukup rapih. Rapih banget sih malah , stringsnya terdengar dengan halus. Ada beberapa lagu di album ini yang bagi gue ya biasa aja. Tapi ada juga yang bikin sreg dengan warna suara Andira. Yang jelas, album ini lebih jazzy, lebih terarah, dan lebih matang secara konsep.

Niat adalah satu kata yang bisa gue berikan ke Andira. Kerjanya niat! Dari pengerjaan Album yang gue sebenarnya hanya ketahui dari social media, tapi bisa gue katakan kalau album ini dikerjakan dengan niat. Menggaet stylist, choreographer, musician dan backup singer serta acara peluncuran yang wah. Mungkin ini imej dan segmentasi yang ingin Andira munculkan, sebagai musisi yang menyasar SES A dan B tapi B1 paling mentok (maaf kalau nggak ngerti ya, agak susah dijelaskan, apa guenya juga sotoy dikit).

Sebagai seorang remaja udah pasti seneng dong ketemu cewek cantik? (Yaiyalah siapa juga yang nggak) nah pas gue mau ajak foto bareng, Andira tiba tiba nanya "Abary ya?" wow, aku tercengang! Gue (lagi lagi) kelupaan tuker kontak. Tapi sangat tertarik untuk berbicara dan mengobrol lebih lanjut caranya Andira bisa tetap sekolah dan bermusik. She's a humble person sih, dan pastinya seru untuk diajak ngobrol.

Foto bareng Andira meskipun guenya belum siap gaya dan minus bgt


Best track dari album ini : “Menghilang” sudah pasti, hit single pertamanya, “Misteri Tentang Rasa” juga enak. Percussion dan guitar nya cukup seimbang. Ketika gue dengar “Mimpimu Akan Nyata” gue cukup suka dengan lagu penyemangat ini, serta “Need To Tell You” punya melodi yang sangat enak didengar. Liriknya sederhana dan cukup menggambarkan perasaan seseorang yang sayang dengan orang lain.

Aftertaste dari album ini : Senang, yah dengan album yang dinyanyikan cewek ceria dengan suara jazzy gini sebenarnya cukup membantu kita melewati masa resah atau galau. Lagu galaunya sebenarnya cukup enak dinikmati kok, nggak bikin galau banget seperti Adele yang membantu kita merasa emotionally unstable. Setelah riset, gue menyadari kalau banyak yang bilang Andira mirip banget dengan Raisa, pasti bete deh disamain gitu. Menurut gue beda kok, emang banyak aja yang mirip musikalitasnya dengan Raisa, tapi dari pembawaan dan attitude aja gue bisa bilang mereka berbeda.

Setelah melihat Andira, gue jadi yakin untuk bermimpi dalam bermusik. I mean, look at her! Sekolah kedokteran, sedang menyusun skripsi, dan bisa rilis album dengan jadwal latihan dan promo ke radio radio, at the age of 21! Kalau Andira aja bisa, kenapa gue nggak? Dengan mimpi gue serius bermusik, tetap mendapatkan Straight A scores di perkuliahan, dan tetap membangun bisnis gue sambil tetap bisa gaul... Banyak ya, tapi nggak apa apa dong. Namanya juga anak muda, masih bergairah dalam hidup dan selalu berusaha mencapai yang terbaik dari hidupnya. Sama seperti album Andira, do what you love, and love what you do.


Album terbaru Andira – What I Love kini sudah rilis. Grab a copy now!

Post terkait

0 comments: