My 2016 Summer Intern Experience

10.42 Abary 0 Comments

14 agustus 2016
20.12 malam

Di coffee shop minggu malam ini, gue ingin menuliskan pengalaman berharga gue di liburan kuliah semester genap 2015/2016 : magang

Redaksi www.Hitsss.com


Awalnya, gue memang tidak memiliki kegiatan di kampus. Bukan anak bem, bukan anak himpunan mahasiswa, hanya anak komunitas musik yang doyan nongkrong nongkrong sampai malam dan main sama teman teman sampai larut, atau main ke kosan alghi dan nginep, sembari main kartu dan main fifa di laptopnya. Udah begadang, tidurnya di kasur sempit bertiga (kadang sama abdu kadang raka kadang septa yang ukurannya gede) dan anak anak fakultas ekonomi lainnya. Karena banyak bergaul dengan anak FE, gue jadi terpacu untuk berbuat sesuatu di liburan gue. How come gue sudah nggak ada pekerjaan di kuliah juga nggak ada kerjaan saat liburan?

Gue pun bertanya ke sekeliling gue. Pacar, teman teman, dan tentunya kakak kedua dan ketiga gue yang sangat gaul. Dari seluruh saran, kakak kakak gue lah yang paling gue terima sarannya : magang. Gue pun diberikan kiat kiat melamar kerja, membuat CV yang baik, serta apply ke perusahaan perusahaan. Gue apply ke 40 perusahaan lebih via email menanyakan ada kegiatan magang yang disediakan atau tidak. Awalnya, gue sangat antusias ketika email gue dibalas oleh para professional. Rasa tersebut segera sirna ketika email surat lamaran dan cv gue dibalas oleh angin lepas, alias no reply.

Akhirnya, gue memutuskan untuk menjalani magang di startup agar pelajaran yang gue dapat maksimal. Gue tidak terlalu perduli dengan uang yang gue dapat, gue rasa, magang adalah tempat belajar yang baik bagi gue. Ada lima perusahaan yang membalas email gue, dua diantaranya mengajak interview dan menerima gue. Satunya media, satu lagi agensi periklanan. Gue pun memutuskan untuk memilih magang di perusahaan media.

Namanya Mobiliari Group, kantornya ada di E-Trade Building, Menteng. Cukup jauh sih dari rumah gue di bilangan Jakarta Barat. Di perusahaan tersebut, produk utamanya adalah majalah Indonesia Tatler, sebuah majalah yang membahas kehidupan premium dan para sosialitas Indonesia. Gue pun ditempatkan di divisi digital, dimana ada dua media yang diurus. Indonesiatatler.com serta Hitsss.com , nah gue bekerja sebagai seorang jurnalis di Hitsss.com. Hitsss itu, sebuah media baru yang berusia setahun September 2016 nanti. Medianya, membahas kekreatifitasan anak muda serta startup yang lagi popular sekali di kalangan anak muda Indonesia.

Makan bareng redaksi www.Hitsss.com

Pekerjaan gue, termasuk memberikan satu tulisan setiap harinya serta mengelola dan menyusun strategi sosial media Hitsss di instagram. Awalnya, gue magang berdua dengan Jasmine, mahasiswi HI President University yang selesai lebih cepat dari gue. Karena ada tawaran magang juga, gue pun mempromosikan hal tersebut di grup jurusan gue dan berhasil menggaet Annete sebagai jurnalis juga, Faren, pacar Annete (yang berduaan lagi) di graphic design, serta Dinda di event marketing. Sebulan kemudian, Sintya juga masuk di bagian sirkulasi. Jadilah kita anak komunikasi UI yang berhasil masuk di Mobiliari sebagai karyawan magang.

Setelah magang, tentunya ada banyak banget pelajaran dan cerita seru.
Pelajarannya pertama gue ingin bahas soft skill. Gue jauh lebih mengerti dunia media dan jurnalisme.  Gue ingin menjalani magang ini karena gue memang tertarik dengan dunia jurnalisme. Ternyata, gue tidak terlalu memilki passion di dunia jurnalisme. Gue senang menulis, namun tidak terlalu cinta hingga menjadikan bidang tersebut sebagai hal utama mata pencaharian gue.

Sebagai gantinya, gue pun mempelajari bidang yang sangat gue sukai: pemasaran dan bisnis. Gue sangat senang membangun sesuatu dari nol dan menjadikannya sebuah karya yang hebat. Sama seperti sebuah startup, gue pun sangat terpacu ketika gue menulis sebuah artikel profil pengusaha muda yang berumur tidak jauh dari gue, namun telah mencapai hal hebat dalam hidupnya. Bukan hanya omzet ratusan juta, ya. Namun mereka sudah memberikan dampak besar bagi masyarakat di sekitar mereka. Juga, membagi inspirasi kepada sesama kaum muda lainnya.

Suasana kantor divisi Digital



Gue juga jadi tahu ada komunitas pebisnis muda yang ingin merintis perusahaan. Awalnya meliput, gue pun ingin rutin mengikuti pertemuan tersebut. Meetup startup lokal Jakarta, misalnya. Merupakan pertemuan rutin bulanan di Jakarta Digital Valley yang berisikan seminar bisnis mengenai berbagai macam hal. Disana, ada juga waktu networking alias kenalan. Ternyata, gue sangat menyukai hal tersebut. Gue sangat senang bertemu dengan orang baru, berkenalan dan berbagi cerita. Dengan yakin, gue menyebutkan abshararyun.com sebagai startup gue, sebuah blog pribadi yang bisa digunakan untuk mengiklankan produk dan mendatangkan profit. Seems unbelievable, huh?  Tapi gue sangat menikmati hal tersebut. bertemu dengan para pebisnis muda lainnya, dengan ide ide menarik lainnya.

Tidak hanya jurnalisme, gue juga belajar digital marketing. Gue jadi sadar betapa kuatnya sosial media jika digunakan dengan tepat dan bijak. Tidak hanya untuk pemasaran, tapi juga membantu kita mencapai dan berinteraksi dengan masyarakat. Membangun citra diri dan terlihat kredibel di mata publik. Apalagi, yang gue handle adalah instagram, sehingga sosial media tersebut cukup krusial agar mereka melihat Instagram Hitsss menarik untuk di follow. Susah juga ya, menyusun foto yang bagus dengan caption yang menarik tekanan like dan tambahan follower…

Gue juga berkesempatan mewawancarai tokoh hebat loh. Enaknya jadi jurnalis, sudah pasti dimanja ketika media gathering atau wawancara. Ketika magang, gue berkesempatan ikut media gathering Bukalapak, diberikan makanan enak secara gratis dan dihibur dengan penampilan stand up comedy. Gue pun meliput acara-acara seru lainnya. Launching album, press conference, seminar, juga wawancara.

Visual untuk liputan "6Th Ramadhan Jazz Festival 2016"

Untuk wawancara, gue berhasil mewawancarai beberapa tokoh. Yasa Singgih, sang CEO men’s republic bisa gue wawancarai. Kemudian, ceo pegipegi.com pak Ryan Kartawidjaja juga gue temui. Mempelajari hal baru mengenai bisnis dan mengetahui perspektifnya mengenai kehidupan. Nggak hanya itu, gue juga bisa ketemu sama tim Dagelan lho. Tokoh diatas, gue temui dan bisa obrol langsung karena gue merupakan “awak media”.

Nggak hanya pengalaman kerja, gue juga dapat pengalaman hidup yang cukup berharga. Di hari pertama bekerja, 13 Juni 2016, saat itu masih bulan puasa. Hari pertama, gue belum tahu sama sekali dimana jalan terbaik menuju kantor. Sehingga, dua jam sendiri gue habiskan hanya untuk pergi ke kantor. Pulangnya pun sama, gue terjebak kemacetan Rasuna Said, ditabrak dari belakang dan pulang berbuka puasa telat setengah jam.

Pernah juga saat pulang meliput startup lokal yang sudah cukup malam, pukul 10 malam loh, ban motor gue bocor dan tidak ada tukan tambal ban di samping jalan. Alhasil, gue pun mendorong motor dari Thamrin hingga Joglo dengan jarak yang tidak sedikit, yah, ada lah mungkin lima belas kilometer gue tempuh di malam hari dengan baju kantor dan keringat mengucur. Kerja itu melelahkan loh, apalagi di Jakarta. Setelah 19 tahun hidup di Jakarta, gue baru sadar betapa jahatnya Jakarta setelah bekerja, melewati macet di pagi hari dan siang hari, omelan dan keberisikan orang di jalan, serta beban dan tekanan di kantor.

Tentunya, hal tersebut berhasil gue atasi. Dengan menepis segala amarah, gue pun berhasil dua bulan magang di kantor yang cukup dinamis tersebut. Coba, kalau gue nyerah, apakah gue bakal berhasil belajar sebegitu banyak hal hanya karena kalah dengan keadaan? Berkat pengalaman tersebut juga, gue jadi semakin tahan banting dan menghargai sulitnya mencari uang, so, terima kasih banyak, Ayah dan Mami…

Art Stage 2016 : Heartbeat Of Asia
Brought to you by Inodnesia Tatler
#WeAreIndonesiaTatler

Salah satu pengalaman paling seru gue saat magang adalah bisa kerja bareng teman teman. Geng magang yang terbentuk adalah gue, Faren, Annete dan Dinda. Dinda sudah jadi anak emas, bahkan pernah ketemu dan ngobrol langsung sama CEO Mobiliari, bu Millie (Dinda memang anak emas) dan kerjaan dia jauh lebih sibuk dengan ditempatkannya di event marketing. Pada 5 Agustus 2016, kita berempat diundang ke sebuah acara yang cukup eksklusif : Opening Pool Party Art Stage Jakarta 2016.

Bertempat di Sheraton Gandaria, ada sebuah pameran seni yang dibantu diselenggarakan oleh Indonesia Tatler. Nah, kita para geng magang ini bisa berkeliling melihat pameran seni yang cukup seru.

Malamnya, ada sebuah pool party yang diselenggarakan khusus undangan VVIP Indonesia Tatler. Serunya, disitulah kita bisa melihat kehidupan para sosialita secara lebih dekat. Gue bisa lihat Raline Shah, selebriti dan sosialita muda yang super cantik dan bening mampus. Ada juga beberapa ibu ibu sosialita berbaju …tidak konservatif? Hehe.. mereka bergaul dengan sesama sosialita dengan gelas sampanye dan anggur sembari menikmati musik di pinggir kolam. Hingga malam, ada DJ yang memainkan musik keras dan membantu mereka semakin berdansa ria. Well, mungkin itulah bentuk kesenangan mereka dalam menikmati sukses yang telah mereka ciptakan: bergaul dengan sesama orang sukses dan sosialita lainnya.

four interns having the time of our lives

Dunia kerja ternyata sangat menarik. Lo nggak bisa memilih dengan siapa lo bekerja. Sehingga, lo yang harus menyesuaikan diri dengan lingkungan dan teman teman kerja nantinya. Ada budaya dan cara kerja yang berbeda di setiap kantornya. Di tim digital yang diisi dengan mayoritas anak magang, Mbak Deta, yang juga anak Komunikasi UI ditengah jalan gue magang memilih resign dan melanjutkan sekolah di negara Britania Raya. Dari situlah, gue juga belajar bahwa karir itu penting, tapi pendidikan juga penting, sayangnya banyak orang saat ini yang telah menikmati karir mereka hingga sulit melepaskan diri dari zona nyaman mereka.

Oh ya, belum berbicara tentang bos nih. Ketika awal bekerja, gue penasaran, siapa ya bos gue nanti? Seperti apakah orangnya?

Bos gue bernamakan Mbak Dewi Irma, alumni Jurnalistik Unpad yang melanglang buana di dunia media, dari media cetak, koran, tv, hingga sekarang berada di dunia jurnalistik digital. Mbak Dewi orangnya cantik, jiwanya juga muda. Tidak hanya itu, Mbak Dewi juga pintar. Gue yang selalu bertanya juga selalu dijawab dengan sabar dan jelas, sehingga gue bisa belajar dengan sangat baik. Mbak Dewi juga selalu memberikan arahan yang jelas dan kalau kita bingung, selalu menggelar meeting mingguan agar kita kembali tahu apa yang perlu kita kerjakan. Professional namun asik diluar kerja, Mbak Dewi juga sering mentraktir tim digital. Baik banget kan bos gue ini?

Farewell dengan redaksi www.Hitsss.com

Setelah magang, gue telah tumbuh jadi orang yang lebih baik lagi. Gue jadi tahu, apa arah yang ingin gue tempuh di masa depan. Gue ingin berbisnis, sehingga gue sudah menyusun perencanaan gue. Never have I ever regretting the choice to take a summer internship in this very young age. Meskipun semua orang, semuanya, selalu bilang “Kok semester dua masuk tiga udah magang sih?” ketika gue bilang gue sedang magang, gue tidak pernah menyesal.

Karena, magang memberikan gue bukan hanya pengalaman karir professional, tapi juga pembelajaran hidup dan pengembangan diri. Gue jadi tahu cara menyelesaikan masalah secara lebih baik lagi. Paling pentingnya, gue jadi tahu apa yang benar benar gue ingin kejar. So, buat kalian para mahasiswa, gue sangat menganjurkan pengalaman magang, dan silahkan ambil sendiri pelajaran berharga lainnya.

#KomUIxMobiliari
#WeAreIndonesiaTatler
#KamiJugaHitsssters


“Abary dari Hitsss.com melaporkan langsung untuk Hitsssters!”


Post terkait

0 comments: