Sama Tapi Asing

11.35 Abary 0 Comments

5 Agustus 2016
11.23 siang

Sekalinya dapat ide menulis, langsung buka laptop dan mulai mengetik. Ah, senangnya

Ilustrasi


Saat ini, gue berkuliah di Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Indonesia, yang disingkat FISIP UI. Sebagai angkatan 2015, ada sebuah kejadian ketika gue masuk. Administrasi, yang sebelumnya berada sebagai departemen di bawah FISIP UI ternyata melepaskan diri dan menjadi fakultas baru.

Didalam Fakultas Ilmu Administrasi UI alias FIA UI, ada tiga jurusan. Administrasi niaga, administrasi fiscal, dan administrasi negara. Ternyata, kebijakan baru ini memberikan dampak yang cukup signifikan bagi kehidupan sosial mahasiswa FISIP, yaitu : entah kenapa, kita merasa ada jurang pembeda antara FISIP dan FIA.

Ketika awal berkuliah misalnya. Acara acara yang ditujukan kepada maba semacam FPG, atau Gelmab, di acara tersebut FIA nggak berpartisipasi. Sehinga, kesempatan berkenalan dan main bareng pun sedikit bahkan nggak ada sama sekali. Rasanya aneh loh. Padahal, FISIP dan FIA berdiri berbarengan. Kita duduk bersebelahan, tapi entah kenapa, rasanya asing.

Kita nggak kenal satu sama lain, hanya pernah lihat beberapa kali di persinggungan jalan. Kadang, kita cukup say hi dengan “eh lo” “eh iya” tapi kita pun yakin nggak yakin dengan nama dia siapa. Gue sebenarnya yakin sih, kejadian ini baru terjadi di tahun gue karena memang di tahun gue lah baru terjadi pemisahan fakultas. Yang entah kenapa, pemisahan dan pemberian gap ini terasa banget didukungnya sama eksekutif eksekutif fakultas. Rasa rasanya, mereka seperti senang karena kita merasa berbeda.

Ilustrasinya mirip mirip seperti situasi saat kita naik kereta. Kita ada di suatu tempat yang sama dan bisa melihat wajah satu sama lain. Kita bisa bercengkrama tapi entah kenapa kita sengaja memilih untuk tidak berbicara. Padahal, setiap hari bertemu. Sudah setahun gue berkuliah di FISIP, hanya hitungan jari lah mahasiswa FIA yang gue kenal. Itu pun beberapa hanya teman sekolah gue dulu. Either gue yang kurang berusaha, atau memang jurang pembeda itu sudah sangat terasa.

Seperti stasiun kereta, FISIP dan FIA berada di dalam gerbong yang sama. Menuju satu tujuan yaitu menimba ilmu, tapi nggak ada interaksi di dalamnya. Saling memilih bungkam, dan tetap asyik sendiri dengan lingkungannya masing-masing – tanpa mengetahui ada cerita apa dibalik orang orang tersebut. Di kereta tersebut, kita sama, tapi asing.



Mengambil pelajaran dari pengalaman ini, gue akan lebih berusaha mengenal banyak orang dan membina hubungan baik dengan sesama mahasiswa FISIP dan FIA.

Post terkait

0 comments: