#GettingBetter : Compressport Heritage Run 2016

17.54 Abary 2 Comments

18 September 2016
16.58 sore

Another run, another rep, another set

Compressport presents : Heritage Run 2016
5K & 10K Event
18/9/2016, Taman Mini Indonesia Indah


Yep, another 10K ! Setelah dua bulan lalu gue mencoba tantangan baru dengan mengikuti 10 K pertama gue, kali ini gue pun ikut kembali sebuah event yang digagas oleh Compressport. Bertempat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Compressport mengadakan Heritage Run 2016.
Ada dua kategori lomba pada event ini, yaitu 5 kilometer dan 10 kilometer. Dengan harga masing masing kategori Rp. 300.000 dan Rp. 400.000 untuk paket reguler, lo sudah mendapatkan sebuah racepack yang terdiri dari sebuah tas drawstring berwarna hitam berlogo Compressport, BIB Number, serta sebuah kaus olahraga. Kausnya, berbentuk kaus olahraga pria dengan warna dominan hitam dengan lengan kiri diwarnai kuning terang dengan logo Compressport di dada kiri. Bahannya cukup oke, lumayan tebal dan menyerap keringat.

Nah, ternyata ikut race ini perlu perjuangan ekstra. TMII yang lokasinya jauh dari gue, membuat gue awalnya ingin naik shuttle yang disediakan panitia di FX Sudirman. Hari sabtu 17/9 kemarin, gue sudah beristirahat di rumah seharian. Namun, setelah gue pikir pikir apakah ada ya ojek online atau moda transportasi pada jam 3 pagi? Belum kalau gue bawa motor, maka gw harus mencari parkir pada dini hari. Ternyata Kelvin, teman gue di UI Runner memberikan saran yang cukup ciamik. Datang ke Depok dan berangkat bareng dengan dia.

Akhirnya malam minggu pun gue jadikan untuk perjalanan kereta. Sabtu malam, kereta masih cukup sepi mengarah ke Bogor, sehingga gue cukup menikmati perjalanan. Sampainya di UI, gue memutuskan untuk berjalan kaki. Ketika di FIB, gue pun memutuskan duduk dulu di Coffee Toffee, berada di bawah atap dengan lampu temaram, sesaat kemudian pun hujan turun. Ah romantisnya .. sayang sendirian. Namun momen romantis itu nggak berjalan dengan lama, karena ketika gue mengubek-ubek tas gue, gue pun menyadari satu hal terpenting gue lupa bawa ke depok. Nomor BIB.

Gue pun kalang kabut mencari informasi, sempat gw ketahui juga kalau tanpa nomor BIB (nomor dada untuk dipasang di depan baju ketika berlari) sangat dibutuhkan, sehingga kalau lo nggak punya, lo nggak bisa lari. Karena gue nggak habis pikir, gue segera mengingat ada teknologi ojek online bernama Go-Jek dengan layanannya Go-Send. Gue pun mengirim BIB tersebut ke kakak gue yang malam harinya juga pergi ke Depok. Aman, gue pun tidur jam 11 malam setelah lelah kalang kabut karena kebodohan gue sendiri. Lesson learned : kalau nanti gue ikut event lari lagi, harus buat checklist untuk segala hal dari penting hingga printilan agar aman dan nggak menyulitkan kayak sekarang.

Pagi hari pun tiba. Jam 4 pagi gue segera bangun dan berangkat. Naas, jam 4 pagi di hari minggu UI nggak punya layanan ojek. Mesan ojek online juga nihil, sehingga gue pun berjalan lagi dari kutek, jembatan teksas, FIB, jembatan aborsi, dan sampailah di apartemen Taman Melati dengan keringetan duluan. Sudah ketemu Kelvin, saatnya berangkat!

Sebelum memulai lari
Ternyata acaranya cukup ramai nih. Meskipun mahal, banyak memang penggila lari. Apalagi treknya yang jarang diambil yaitu TMII membantu ramainya acara ini.  Setelah bertemu dengan anak anak UIR lainnya, pukul 06.00 pun race dimulai! Selang 10 menit kemudian pada 06.10 kategori 5k baru memulai larinya.

Awalnya hingga kilometer 4 gue masih aman dan bisa maintain, lari bareng Kelvin dengan Vada dan Kak Satrio. Vada masih virgin 10K loh, namun dia tampak bisa lari dengan baik. Meskipun awalnya berada di depan dengan pace yang cukup aman antara 6 hingga 7, baru lah mulai ke kilometer 5 gue mulai kelelahan. Gue pun memberikan kode ke Kelvin untuk lari lebih dulu. Sembari berjalan dan sesekali berlari, sekali lagi earphone gue tidak bisa digunakan karena modelnya bukanlah earphone khusus sport. Telinga gue pun sudah terlampau basah, nggak kalah basah dengan seluruh bagian baju gue. Dari kaus, celana, hingga underwear pun basah. Rambut gue pun basah seluruhnya! Padahal sudah gue kuncir, namun tetap saja poni yang mulai menggondrong turun dan mengenai mata. Sulit juga …

Treknya asik loh! Berkeliling TMII, gue melewati beberapa anjungan seperti Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat, dan tentunya kampung halaman gue, Aceh. Ada juga beberapa museum seperti Museum Prangko, Museum Transportasi, dan Museum Hakku kalau tidak salah yang mendokumentasikan kehidupan masyarakat Tionghoa di Indonesia. Mostly,perjalanannya berbentuk trek. Tapi ada juga beberapa bagian trek terdiri dari konblok, tapi tidak ada tanah sama sekali. Soal elevasi trek, ini juga menarik. Mulai dari kilometer 6 dan 8, trek kurang lebih banyak naik turun. Apalagi di kilometer menuju 9, di Museum Transportasi, trek yang harus dijalani awalnya adalah turunan. Namun, ketika trek mulai menanjak.. memang harus ada perlawanan yang harus runners berikan.

Water station disediakan setiap 2,5 kilometer sekali, jadi, ada 3 titik water station. Ketika kilometer 5-8 gue akui adalah masa masa termales gue. Entah kenapa gue banyak jalan, padahal target gue di event ini adalah 1 jam 10 menit. Baru pada 2 kilometer terakhir gue mulai push lagi, tetap maintain dan bisa mengembalikan pace yang sebelumnya bertengger di 7 hingga 8 ke 6 hingga 7. Ketika mau sampai finish, gue pun tidak mempercepat langkah karena agak ramai. Finish! Gue pun berhasil menamatkan Heritage Run 2016 sebagai Finisher.

Heritage Run 2016 : Medallion // Back
Heritage Run 2016 : Medallion // Front


Ketika finish, runners dapet berbagai hal loh. Awalnya gue langsung mendapatkan medali, kemudian gue diberikan air mineral 600 ml, kemudian juga air isotonic 600 ml, ditambah dengan yoghurt berbentuk empat buah rasa coklat, dan buah pisang. Seketika tangan gue penuh sesak dengan segala barang yang segera ingin gue habiskan ini. Gue pun menemui teman-teman UIR lainnya dan segera tertawa riang dengan hasil masing-masing. Gilanya, kak Samuel bisa 10K dengan waktu 49 menit. All that for a 3rd  podium place!! Luar biasa memang senior-senior UIR ini. Gue pun segera berfoto-foto ria, meloncat sana sini.

Satu hal yang gue lupakan ketika momen ini adalah satu hal yang krusial. Pendinginan adalah bagian yang penting dari berlari. Gue juga lupa dengan larangan jinjit atau menaikkan kaki, karena setelah melakukan hal tersebut setelah berlari tanpa pendinginan yang baik, seketika kaki gue pun langsung tertarik. Damn, gue mendapatkan strain.

Strain kaki gue berpusat di kaki kanan bagian bawah belakang, pada calf. Ketika dibantu peregangan, gue juga merasakan sakit di pergelangan kaki atas dekat selangkangan. Damn! Gue sangat kesal dengan kebodohan gue yang lupa pendinginan. Dibantu Muso, gue pun dipapah ke dalam tenda medis. Untungnya gue masih bisa menahan sakit dari strain, gue pun segera diberikan semprotan ethyl di bagian kaki bawah dan pergelangan atas. Sembari diberikan peregangan, gue pun segera merasa lebih baik dan tidak terlalu sakit lagi. Setelah mengenakan kembali sepatu dan kaus kaki, gue pun segera melaksanakan pendinginan dan memfokuskan diri di bagian bawah badan, seperti front kick dan split depan serta samping. Yah, namanya juga #GettingBetter bukan? Setiap event gue semakin berkembang dari segi hasil dan teknis. Kalau 10K kemarin gue sakit badan seminggu karena belum pemanasan, sekarang gue sakit kaki karena belum pendinginan. Semua pengalaman ini, akan membantu gue untuk menjadi semakin baik di karir lari gue selanjutnya.

yang (masih) berkuliah di UI Runners (-Vada)


Show some crew love!
@UI_Runners

Dan yang paling gue senangkan adalah, gue berhasil personal best !! Juli lalu di Milo 10k, gue mencatatkan waktu pada 1 jam 23 menit. Sekarang di Heritage Run, 10K berhasil gue tamatkan dengan catatan waktu 1 jam 14 menit, memotong 9 menit ! Meskipun belum berhasil mencapai target gue di angka 1 jam 10 menit, ternyata rasanya pecah PB sesenang ini. Rasa sakit di kaki pun hilang semua, gue sangat senang dengan hasil lari hari ini. Thank you Compressport Heritage Run 2016!


Today, Tomorrow, and Everyday, I am always #GettingBetter

Post terkait

2 komentar:

  1. MANTAP!

    Under 1 hour dong...
    Lu pasti bisa!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hello Yoga,

      Terima kasih atas responmu! Sedang berusaha agar bisa mencapai under one hour, semoga dengan rutin latihan bisa meningkatkan grafik :)

      Regards,
      Abary

      Hapus