#GettingBetter : Olimpiade UI / Atletik 10K

17.21 Abary 0 Comments

(Post lama ter pending)
29 November 2016
13.26 siang

Sekitar dua bulan lalu, gue mewakili FISIP di Olimpiade UI cabang Atletik nomor 10 Kilometer

Foto kontingen untuk FISIP - Olimpiade UI 2016


Sebelumnya, gue bukan seorang kontingen. Gue hanya dikontak oleh senior gue, Kak Zaidan, untuk menggantikan posisinya di cabang 10K. Tentunya, gue merasa sangat senang dan berbangga. Kesempatan tersebut tidak gue pikirkan dua kali, gue langsung datang dan berlatih untuk ajang ini. Kali pertama mewakili FISIP UI sebagai kontingen di Olimpiade UI, gue masuk di cabang Atletik, nomor 10 Kilometer. Pada akhirnya, gue berlari bersama kak Gala, senior gue juga di Komunikasi UI.

Menuju hari pertandingan, gue banyak berlatih berlari jarak jauh. Memang gue nggak banyak interval dan itu juga berujung pada waktu pertandingan nanti. Gue lebih banyak jogging biasa, dan melatih postur serta stamina berlari. Lomba diadakan hari Minggu, 13 November 2016 dan bermulai dari Stadion UI. Agar mudah, gue nggak pulang ke rumah dan menginap di Depok sejak hari Jumat. Gue pun menyempatkan diri menonton pengumuman UIAW 2016. Dan yeahh, FISIP juara umum UI Art War 2016! Tetapi yah.. yang namanya musibah nggak mudah begitu saja terlepas. Ketika keriaan terjadi, gue yang tiba tiba masuk ke mosh pit keriaan kemenangan FISIP malah kena tendang di tulang kering kaki kanan. Oh men…

Track and Field FISIP UI
Kontingen Cabang Atletik FISIP untuk Olimpiade UI 2016


Sakit sih, tapi mau bagaimana lagi. Gue segera kembali ke kosan dan memberikan pertolongan pertama kepada kaki gue. Setelahnya, gue langsung beristirahat. Kebesokannya gue menyempatkan diri juga untuk menonton teman-teman kontingen atletik lainnya. FISIP dapat emas di 200 meter putri loh! Gue pun segera kembali ke kosan dan beristirahat lagi. Tidak mau ketika besok tanding malah kelelahan.

Akhirnya hari H pun datang. Gue datang sedikit lebih cepat dengan berjalan dari Kutek ke stadion, tidak terlalu jauh kok. Gue mengganti baju dan melakukan pemanasan sedikit. Hari itu gue memutuskan untuk mengenakan jersey basket komunikasi, ditambahkan dengan manset agar mudah mengelap keringat gue. Gue juga bertemu dengan kak Gala, satu lagi kontingen 10 K dari ilmu komunikasi dan FISIP tentunya. Gue menggunakan celana pendek dan mengenakan taping juga di paha kaki kanan agar tulang kering gue tidak terasa sakit. Bersiap siap, akhirnya pun lomba dimulai.

Ketika lomba dimulai, gue menyadari bahwa taping gue lepas, gue segera melepas taping karena tidak ingin benda tersebut menganggu fokus berlari. Ketika diawal, gue malah salah mengambil posisi karena berada di posisi terdepan. Gue pun mengukur pace dengan melihat para kompetitor. Gue memilih untuk berlari bersaa Fadhiil, teman sesama UIR. Barulah kita disusul oleh beberapa pelari lainnya. Mungkin karena semangat dan rasa kompetisi, race kali itu terasa sekali atmosfernya. Sehingga gue sangat menggebu gebu dan tidak berusaha mencari pace yang nyaman untuk berlari. Gue sampai di kilometer 2 yaitu gerbang utama UI. Sepanjang rute, ada banyak gangguan. Mungkin karena UI tidak mungkin ditutup seluruhnya. Namun gue melihat bnayak  mobil, orang berlalu lalang, bahkan motor yang cukup berbahaya menurut gue. Water station juga disediakan di gerbang utama dan stadion. Gue sempat mengambil minum di gerbang utama dan diberikan sebuah tali untuk menandakan sudah satu kali melewati gerbang utama. Untuk 10 Kilometer, para pelari harus melewati rute ui sebanyak dua kali.

from left to right
Galarizky Wiragaharu (Ilmu Komunikasi 2013) dan Abshar Aryun (Ilmu Komunikasi 2015)
Kontingen FISIP untuk Atletik nomor 10 Kilometer


Sesampainya di stadion gue masih push to the limit abis abisan. Entah kenapa gue merasa lelah, kaki berat dan gue menyadari kalau gue merasakan sakit di kelingking kaki kanan dan kiri. Tapi gue masih terbawa kompetisi karena gue terpacu ketika melihat pelari lain yang sangat cepat. Gue melihat sekeliling, ternyata banyak pelari yang masih in sight dari gue. Di Stadion yang merupakan water station, ternyata gue gagal mengambil air yang disediakan panitia. Damn. Gue memutuskan untuk berteriak langsung ke panitia agar diberikan air. Untungnya mereka responsive dan memberikan gue minum. Nah di posisi tersebut, gue mulai menyadari kalau kecepatan gue sangat lambat dibandingkan pelari lainnya, dan menurut gue juara sudah pasti tidak mungkin. Jadi dari kilometer 6, gue mulai memutuskan untuk finish saja.

Ketika gerbang utama sudah dilewati kedua kalinya, ternyata mendorong kemampuan di awal sangat membunuh stamina gue. Gue sangat kelelahan, ditambah dengan banyaknya gangguan yang entah kenapa gue yang kena. Gue sempat di klakson sebuah bus karena mengambil rute mereka sehingga gue harus loncat kiri kanan agar menghindari mereka. Gue sempat juga diekori oleh sebuah motor yang nanya nanya ini apa sih dek ini apa sih dek. Karena emosi fokus gue terpecah, gue terpaksa berteriak kepada orang tidak jelas itu untuk pergi dan tidak mengganggu gue. Menyesal? Tentu tidak. Menurut gue ketika berlari memang fokus itu sangat penting untuk dijaga. Dan sayangnya di olimpiade ui 10k masih banyak gangguan yang gue rasakan.

Bersama Fadhil dan Kak Kidut
Representing @UI_Runners


Sampainya di FKM gue masih berusaha semampu gue untuk berlari. Gue sudah diekori mobil ambulans. Oh meen.. gue merasa sangat lemah dan pecundang. Saat itu gue mulai sing along saja dengan lagu yang diputar di earphone. Akhirnya dengan kecepatan yang sangat lamban, gue mencapai garis finish. Sedih banget sih, gue ternyata finish terakhir. Terakhir men! Tapi ini memberikan gue ruang untuk berkembang, karena gue akan terus berlatih agar kesempatan selanjutnya bisa memperbaiki diri.

Senangnya, di 10 K kali ini gue berhasil personal best. Yeaah, gue mencatatkan waktu 1 jam 10 menit! Gue pun kembali senang karena meskipun kaki gue blister atau melepuh dengan gelembung air dan warna merah yang amat sangat.. ya gitu deh, gue tetap menyelesaikan race tersebut. Fadhiil ternyata terluka, kukunya patah setelah lingkaran pertama. Ada beberapa pelari juga yang mengalami kesulitan dan nggak berhasil finish. But anyway, meskipun dapat hasil yang kurang memuaskan gue sangat senang karena gue dapat menikmati kesempatan pertama gue menjadi kontingen. Tidak apa-apa berada dibelakang, yang penting setelah ini semua menjadi lebih baik



Today tomorrow and everyday, I am always #GettingBetter

Post terkait

0 comments: