#GladToHear Dulu, Kemarin, Sekarang oleh Alexa (2015)

01.07 Abary 0 Comments

29 Januari 2017
20.27 Malam

Alexa, band asal Indonesia ini dua tahu silam menelurkan sebuah album bertajuk “Dulu, Kemarin, Sekarang”


Alexa bagi gue adalah band yang cukup menarik untuk dilihat. Perkembangannya di kancah musik Indonesia sempat mewarnai pada sekitar tahun 2010-an dengan track seperti “Dewi”, “Jangan Kau Lepas” dan beberapa single menarik lainnya. Berselang lima tahun, nyatanya Alexa sudah ditinggalkan oleh dua dari lima personilnya. Album art pada album ini merupakan karya visual grafis, bergambarkan sebuah rumah dan pepohonan. Ditengah visual tersebut, tiga orang personil berdiri. Disamping mereka adalah logo band, serta tulisan judul album pada sebelah kanan visual. Alexa sekarang berbasis Aqi Singgih, Nur Satriatama dan Fajar Arifan dibantu oleh beberapa teman dan keluarga, serta keluar dari label sebelumnya dan bisa berkarya secara lebih independen, menelurkan sebuah album yang menurut gue jauh lebih baik dari album sebelumnya.

Di dalam album ini, terdapat sembilan track. Tiga diantaranya adalah instrumental, sebuah prologue, epilogue dan sebuah overture. Track tersebut seperti berhubungan, mengantarkan pendengar untuk mendengar karya-karya mereka. Karena lagu non-instrumental di album ini hanya berisikan enam buah, gue merasa kurang puas. Gue masih ingin mendengar mereka dengan track-track lainnya. Sedikit berharap di album selanjutnya akan lebih banyak track dengan rasa dan aftertaste yang sama.



Setelah dua lagu instrumental, album dibuka dengan track “Pulang”. Lagu ini menurut gue cukup baik dari segi scoring maupun irama. Warna suara gitar dan suara maupun efek yang dibubuhkan pada single utama album ini cukup menarik. Meskipun kata “Pulang” diulang hampir lebih dua puluh kali, gue bisa mendengarkan lagu ini ketika jauh di perantauan dan berpikir untu segera pulang kepada keluarga, berharap bisa bertemu dan menghabiskan waktu bersama mereka. Pada track selanjutnya “Satu Yang Terpenting” Alexa sedikit memercikkan rasa U2 pada lagu ini. Choir dan permainan perkusi lebih halus, meskipun gue personal tidak terlalu suka lagu ini. Hampir sama dengan track “Satu Kosong” yang banyak diwarnai dengan beat lebih tinggi. At least, track ini membuat gue memikirkan bagaimana seorang cowok kalem mau melawan tirani cewek dominan di hidupnya.

Alexa juga menyayikan ulang (recycle) lagu dari band Efek Rumah Kaca dalam track “Cinta Melulu”. Tidak terlalu banyak alterasi dalam track ini dibandingkan dengan lagu aslinya. Seperti menyindir industri musik Indonesia dengan banyaknya lagu cinta yang berkeliaran, sudah seperti sebuah industri. Namun sepertinya Alexa hanya berusaha menyanyikan ulang lagu ini, karena banyaknya lagu yang bernuansa cinta-cintaan di dalam album ini.




Lanjut ke track “Bulan”. Beberapa waktu lalu gue sempat membuat sebuah post khusus untuk lagu ini. Bagi gue yang saat itu baru saja mendengarkan lagu ini, gue sangat terkesima dengan indahnya melodi lagu ini. Call me overrated atau memang suka mellow, namun gue  memang memiliki selera untuk lagu ballad cengeng seperti “Bulan”. Video klip yang dibuat untuk lagu ini juga cukup baik dan estetik. Modelnya cantik, meskipun tidak banyak jalan cerita yang bisa di eksplor, namun lagu ini cukup berkesan dan sangat enak untuk dinikmati.



Terakhir adalah track “Sekali Lagi”. Tepuk tangan untuk Alexa. Meskipun lagu ini terkesan cengeng, gue sangat menikati track ini. Ada banyak permainan piano dan perkusi yang mewarnai naik  turunnya lagu ini. Permainan emosi di lagu ini juga menarik. Jika kalian menonton video diatas, momen ketika lagu naik ke arah klimaks lagu adalah momen terbaik. Album yang juga dibantu oleh Adrian Martadinata sebagai gitaris dan istri para personil sebagai paduan suar nyatanya membuahkan hasil yang cukup baik. Selain cinta dan perpisahan, lagu ini gue artikan sebagai lagu kematian. Ketika berpisah dianggap terlalu berat dan selalu berharap agar kita bisa bertemu dan menghabiskan waktu dengan orang tersebut selama beberapa waktu untuk membicarakan hal-hal yang belum dibicarakan. A good album made by Alexa, dan gue menunggu karya-karya hebat lainnya dari Alexa.

Best Track : Bulan, Sekali Lagi. Cinta melulu juga sebenarnya enak, namun memang lagu aslinya sudah cukup nikmat.

Not so good tracks : Satu kosong. Tidak sesuai selera gue.

Aftertaste : Ajak nongkrong teman—teman dan ngobrol seharian


#GladToHear on www.AbsharAryun.com 

Post terkait

0 comments: