Swafoto – Sebuah Dilema Antara Technological Determinism Theory Dengan Social Construction of Technology

14.50 Abary 0 Comments

www.AbsharAryun.com 

Membayangkan abad-21 tanpa teknologi adalah hal yang sulit. Terutama bagi kita, homo sapiens yang hidup dimanja dengan segala kemudahan yang telah diberikan oleh teknologi. Berawal dari konsep pesawat sederhana sebagai asistensi pekerjaan manusia, Konsep pesawat sederhana telah berkembang pesat menjadi sebuah teknologi tingkat tinggi yang bisa membentuk bagaimana manusia membuat sebuah keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Hubungan tersebut menarik untuk dikaji lebih lanjut, sehingga muncul sebuah pertanyaan besar. Apakah manusia sebagai pencipta teknologi, atau teknologi membentuk manusia yang sedemikian rupa? Pertanyaan tersebut, memunculkan teori technological determinism dan social construction of technology.

Mari kita telaah lebih lanjut mengenai kedua teori tersebut. Menurut Smith (1994), teori determinasi teknologi adalah sebuah teori yang berasumsi bahwa teknologi yang berkembang sejak dulu hingga sekarang turut memberikan pengaruh yang besar terhadap masyarakat. Perubahan tersebut dapat dirasakan pada pola berfikir dan perilaku manusia. Perbedaan jelas terlihat jika teori determinasi dibandingkan dengan teori konstruksi sosial teknologi atau yang dikenal dengan SCOT (Social Construction of Technology). SCOT merupakan teori yang berasumsi bahwa teknologi merupakan hasil dari konstruksi sosial.  Dapat dikatakan bahwa teknologi merupakan sebuah artefak yang tumbuh dari hasil konstruksi sosial. Sehingga dapat dikatakan pula bahwa teknologi merupakan hal yang dekat dengan kehidupan manusia terutama dalam hal komunikasi manusia.


Kemajuan teknologi dibidang perangkat pintar seperti ponsel tentu berakibat besar pada bagimana cara manusia bertindak. Ponsel sudah menjadi kebutuhan dasar yang sangat membantu kehidupan manusia. Salah satu fitur yang penting untuk dimiliki sebuah ponsel adalah sebuah kamera untuk mengabadikan momen. Kamera semakin lengkap dengan kamera belakang dan kamera depan ponsel, kamera depan memang berfungsi untuk melihat wajah sendiri dan mengabadikan sebuah swafoto baik sendiri maupun bersama dengan orang lain. Swafoto, telah menjadi sebuah fenomena yang hangat diperbincangkan di seluruh dunia. Tidak banyak jawaban pasti mengapa seseorang mau mengambil sebuah swafoto. Jawaban bisa bervariasi, untuk melihat wajah sendiri, mengabadikan momen, berkaca, atau hanya sekedar bersenang-senang.

Teori determinasi teknologi berasumsi dengan swafoto sebagai sebuah produk berbentuk perilaku yang muncul dari fitur kamera depan pada telepon seluler. Kamera depan memicu manusia untuk selalu melihat dan mengambil foto dari wajah mereka sendiri, mengabadikan hal yang mereka miliki dan mereka rasakan setiap hari. Dalam teori SCOT, kepercayaan diri dan keinginan untuk selalu melihat diri sendiri muncul, rasa narsisme timbul dan hadir sebagai permasalahan awal. Konstruksi demikian memicu munculnya teknologi sebagai wadah pemenuhan kebutuhan. Diperlukan sebuah alat agar manusia bisa selalu melihat dirinya sendiri, tanpa keterbatasan seperti tidak tersedianya kaca atau belum sempat memiliki waktu menuju kamar kecil.

Konklusi dari artikel ini adalah sebagai berikut. Konstruksi sosial memang mempengaruhi pengembangan teknologi. Namun disaat yang bersamaan, pengembangan teknologi juga menyeragamkan kultur kelompok sosial terutama kultur dalam berkomunikasi. Baik teori determinasi teknologi dan SCOT memiliki irisan pada keduanya: manusia dan teknologi memiliki hubungan yang menarik. Tidak hanya swafoto sebagai pengubah aturan main bagaimana cara manusia menggunakan kamera depan, atau bagaimana kemera depan bisa menarik minat remaja untuk selalu membuka telepon seluler mereka selama lima atau sepuluh menit sekali. Kemungkinan yang bisa dibuka adalah tidak terbatas, dan sejujurnya, menakutkan.


Referensi :
Postman, Neil. 1992. Technopoly: The Surrender of Culture to Technology. New York: Alfred A Knopf Inc.

Smith, Merrit Roe & Leo Marx. 1994. Does Technology Drive History? The Dilemma of Technological Determinism. Massachussets: Massachussets Institute of Technology.

Abshar Aryun, 2017
Disusun sebagai tugas mingguan
Matakuliah Pengantar Teknologi Informasi dan Komunikasi
Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik
Universitas Indonesia

Post terkait

0 comments: