Terjebak Hujan

19.43 Abary 0 Comments

10 September 2017
18.56 sore

Wah sial, kejebak hujan di Margo City.

Mall nya kakak Depok dan umat disekitarnya ini emang kadang aajib kadang juga aneh. Gw bukanlah salah satu umat mall tersebut. Karena, gue udah muntah dengan mall di jakarta. Growing up, udah sering banget malam-mingguan-jadinya-ke-mall itu dijalankan. Nggak ada esensinya menurut gw, kalau lo ke mall. Kecuali, memang ada yang mau lo beli. Seperti tas atau sepasang sepatu baru untuk bikin kece di hari senin nanti. Dulu, gue sempat ngefans berat dengan mall karena bentuknya yang bagus dan rapih, udah gitu kalau kesana pasti belanja, courtesy of ayah dan mami. Pas pulang sambil masuk mobil masukin tas belanjaan, senyum senyum, dikodein mami baru deh bilang "makasih ya ayaaah..." Dengan senang hati dan ayah juga bilang sama-sama. Time flies, doesn't it

Selama dua hari mendekam di kosan bukanlah hal yang baik. Awalnya gue berencana nggak pulang ke Jakarta karena di hari minggu ini, gue mau lari di RunForiver - acaranya anak mapala UI. Kenyataan berkata lain, kaki gue luka. Di selangkangan pula. Jam 5 sudah bangun dan pakai track suit harus gagal lari karena ya emang gak memungkinkan untuk tidur. Terus ngapain dong? Ya tidur lagi lah

Setelah nugas dan kesepian, baru lah kerasa kalau "ih najis, idup gua begini amat sih". Asal kalian tau aja, kehidupan kutek di malam minggu sangatlah tidak enak. Sepi, sunyi, apalagi teman banyak yang pulang ke jakarta. Semua ajakan nongkrong satu persatu ditolak karena udah punya rencana masing-masing. Dongkol, lebih lagi ketika lihat keluar dan semua orang kerjaannya abis pulang pacaran. Gw ngga budak cinta yang butuh banget pasangan, sih. Si yayang turun duluan dari motor dan duduk dulu ninggu di depan kosan, setelah parkir baru mereka ngobrol lagi - ada yang diluar ada juga yang dibawa masuk kedalam kosan. Biasa, tapi kok ngeliat gituan semua bikin jengkel juga ya.

Namanya juga sendirian - di kos kosan

Setelah sore hari menjelang, gue memutuskan pergi. Ga enak amat di kosan aja seharian. Berangkat lah ke tujuan yang tidak lain dan tidak bukan adalah sebuah emol alias margo city karena nggak punya tujuan lain dan memang harus belanja beberapa hal. Kang gojek pun datang dan naas malah kena ujan, awalnya gerimis lama lama jadi najis. Gedee banget, berangin dan badai sedikit. Ditambah bumbu dituruni ngga pas di depan pintu margo - alias harus jalan lebih banyak. Untungnya, firasat gue nggak salah untuk membawa payung. Sehingga gw bisa masuk ke margo dan langsung jalan secara annoyed ke dalam kamar mandi untuk langsung menyegerakan damage control. Celana dari lutut kebawah, semua basah.
Untung lagi pake baju biasa aja
Untung belom keramas
Untung make sendal
Untung bawa payung -

Setelah masuk dan belanja (yang langsung bikin happy kembali), stress pun hilang. Gw mau pulang cepat tapi hujan masih turun sedikit lebih banyak sisaan dari tadi sore. Menunggu di bawah atap gazebo, gue pasang lah headset dan soundcloud langsung resmi memutar trees and the wild. Sedikit hujan, gue pun meminjam korek dari orang sebelah dan membakar sebatang rokok. Entah kenapa, ketika lo membakar rokok di dalam gelap, ada yang seru dan indah dari hal tersebut. Campuran api dari korek, bara api dari rokok, asap yang sedikit keluar, dan nikmat tuhan (aduh, maafin gw ya Allah tapi emang ngerokok itu enak) dari emol yang menemani gw ketika terjebak hujan ini. Selagi bingung, maka tulisan ini pun lahir. Buah dari doa agar bisa cepat pulang dan kembali ke kamar kosan lagi.

Post terkait

0 comments: