What Do You Get When You’re Falling In Life

21.21 Abary 0 Comments

25 Desember 2017
21.01 Malam


Di Atjeh Connection, SCBD




A lot of people had said some things to me. Baik itu in real life, ataupun dalam keadaan digital. Mereka, mengatakan beberapa hal secara general, baik, buruk, bahkan menohok hati. Beberapa, yang bahkan membuat gua kadang bosan menghadapinya.

Misalnya, besok adalah peringatan tiga belas tahun tsunami Aceh. I’ve lost a lot in the tsunami, mainly karena gua masih belum terlalu mengenal keluarga di Aceh yang hilang dan kejadian tersebut meninggalkan trauma yang cukup mendalam. Ditinggalkan, secara tiba-tiba, adalah bentuk hukuman yang berat bagi hidup manusia.

Meskipun begitu, besok, tepatnya tiga belas tahun setelahnya, hidup tetap berjalan. Tetap berputar dan tidak menunggu seorang pun untuk bertahan. Jika terlambat, ya, nggak akan bisa menikmati hasil petikan dari usaha yang terlambat dilakukan. Falling in life means that you would really fall deep in to the black pit. Kalau lo cuma down, sedih, bete, bukan itu hal yang akan memberikan pelajaran terbesar dalam hidup lo. Ketika lo merasa sendiri dan tidak ada orang lain yang bisa menyelematkan lo kecuali diri lo sendiri, itu lah masa ketika lo falling in life to the deepest pit.

Meskipun begitu, kadang beberapa orang tidak mampu bahkan tidak bisa melewati kejadian tersebut. Terkadang, kita tidak bisa melihat jalan keluar dan solusi dari masalah yang kita hadapi sendiri. Kita cenderung menutup mata, berputar dalam kepusingan dan tidak ingin melihat secara jelas jalan keluar yang diberikan oleh matahari. Waktu memang menjawab, sayangnya banyak dari kita yang merasa waktu adalah lawan terbesar kita.

Coba, bayangin kalau lo misalnya, sedang dihadapi masalah finansial. Biasanya nih, as the famous literal saying goes, “Shit Happens”. Alias, kalau lo sudah ketiban batu, yaudah mampus dah lu ketiban tangga kesiram galon kejebak pintu. Setelah lo kena masalah finansial, temen-temen lo pada ninggalin lo karena lo bau ketek (gatau juga kenapa itu yang kejadian), tagihan mulai menunggak, kalo lo ada pacar ya syukur dia bisa nerima curhatan lo kalo ada konglomerat tiba-tiba narik doi ke tangan yang tepat (ato perebut pacar lebih tepatnya) yaudah dia cabut, and more, and so on, and so on - itu lah contoh studi kasus ketika hidup lo mulai runtuh bercabik-cabik.

Oh well, lo berusaha positif, melihat segala hal dari bintang bercahaya dan sangat ingin mereka tetap melihat lo sebagai figur kuat yang berani melawan kesulitan hidup. Lo mulai berpikir positif dan terus-terusan bilang “i’m okay kok..” di chat kepada teman-teman lo yang berusaha membantu. Then again

What a shitty move brother/sister/siapapun lah

karena

Kalau lo mau idup lo berubah, do something!
Do something that counts, yang benar-benar berarti dan menjadikan aksi tersebut berharga bagi diri lo. Do something yang sekaligus menjadi tanda bahwa lo bukanlah pion yang bisa disingkirkan secara mudah. Ngelawan kek, kerja kek, apa kek, jadilah pohon yang tidak terjatuh ketika angin kencang menerpa dirinya dan merasuk kedalam dedaunannya. Karena, dari sanalah lo bisa mempelejari apa itu hidup sebenarnya.

Mungkin gue sotoy, di usia 20 tahunan berusaha jadi life coach yang padahal ya Allah idup gua aja gaada lurus-lurusnya. But then again, if you have any wisdom to share then it is worth to share. Kalau lo ngerasa hidup lu jatuh, enjoy it. Enjoy the time ketika lu berada di dinamika kehidupan mengarah ke bawah - karena disanalah pelajaran paling berharga bisa lo dapatkan. Teman-teman terdekat, sahabat paling jujur, hingga musuh-musuh yang akan diketahui. Semua dan segala macam hal lainnya yang bisa lo peroleh dengan menikmatinya.

Jadi, what do you get when you’re falling in life?


Jawabannya gue rasa bisa lo jawab secara sendiri sendiri

Post terkait

0 comments: