Menjadi Orang Yang Vokal

23.45 Abary 0 Comments


1 April 2018
23.29

Ada yang menarik ketika lo menjadi orang yang vokal di negeri Indonesia. Sebenarnya, hal ini hampir universal, sih. Dimanapun lo berada, menjadi orang yang vokal akan membuat hidupmu sulit.

Jadi gini. Kalau lo mengenal gue sejak beberapa waktu, atau setidaknya pernah ngobrol dengan gue di kehidupan asli, lo akan tahu dan sadar betapa blak-blakan gue dan mementingkan kejujuran dalam gue berbicara. Gue masih berpikir sebelum berbicara, sih. Tapi gue tidak merasa takut untuk membicarakan opini gue. Apa yang gue pikirkan, akan gue utarakan. Hal ini mulai gue biasakan.. sepertinya sejak gue lahir. Dulu, mungkin gue belum terlatih dengan hal semacam ‘observasi’ atau ‘adaptasi’ untuk melakukan trait ini kepada orang lain. Namun lama kelamaan, gue jadi merasa nyaman aja untuk berbicara sesuai apa yang gue pikirkan. Tentu saja, hal ini datang dengan beberapa konsekuensi yang mungkin, akan nggak cocok atau beberapa orang nggak siap untuk hadapi.

Pertama, lo pasti akan bertemu dengan orang yang sensitif dan merasa tidak siap untuk mendengar pendapat lo. Terutama, dengan konteks kita di Indonesia. Kita bisa berbicara apa saja, tapi nggak dengan orang lain. Mereka ada yang terbiasa untuk memendam pendapat mereka dan terbiasa untuk diam. Apalagi, merasa opini kita sulit untuk diterima atau diproses lebih lanjut. Buat gue, hal ini sudah biasa. Cukup menjadi pemahaman bahwa nggak semua orang itu sama dan nggak menjadi hal juga untuk gue ubah kelakuan gue, selama itu nggak negatif. Misalnya, gue disuruh untuk diam. Ya pastinya gue nggak akan mengikuti hal itu mentah-mentah saja.

Kedua, banyak yang tidak suka. Baik dengan lo, dirilo, ataupun keberadaan lo. Ini berlaku pada beberapa orang yang vokal tapi bego, dalam artian ngga  bisa memahami kalau diri mereka nggak disukai tapi ngga mau mendengarkan pendapat dari orang lain untuk perilaku vokal mereka. Not to be shabby sih, I mean gue juga pernah nyinyir ke mereka yang masuk kategori ini. Atau juga gue pernah masuk kedalam fase ini. The  thing is adalah lo harus bisa memilah kapan lo harus vokal dan penggunaan segala elemen dalam melakukan perilaku vokal. Baik itu kata, perilaku, attitude, you name it. Mau berlaku vokal, berarti lo harus siap merombak keseluruhan diri lo juga.

Nah, kesimpulannya apa?

Buat gue sih, vokal di Indonesia tetaplah sulit untuk dilakukan. Intinya, selama lo happy yaudah lakuin aja sih. Asal siap malu aja, siap turun naik kasta sosial, dan siap diomongin, then you are ready to go.

Post terkait

0 comments: